Skip to main content

Perkembangan kurikulum pendidikan di indonesia dari tahun 1947 hingga kurikulum 2013

Nama: Candra Fitriyanto
NPM:1801044001
Kelas: 3b (Tadris Matematika)

Perkembangan kurikulum pendidikan di indonesia dari tahun 1947 hingga kurikulum 2013

Landsasan perkembangan pendidikan d indonesia

Aspek aspek yang menyebabkan perubahan kurikulum pendidikan di indonesia memiliki berbagai macam aspek. Dan berkut adalah sapek yang menyebabkan pekembangan kurikulum di indonesia.

1. Aspek Filosofi
Filosofi pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai luhur, nilai akademik, kebutuhan peserta didik dan masyarakat.
Kurikulum berorientasui pada perkembangan kompetensi.

2. Aspek yuridis
RPJM 2010-2014 Sektor Pendidikan
Perybahan Metodologi pembelajaran
Penata Hukum
Inperes nomor 1 tahun 2010
Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional: Penyempurnaan kurikulum dan metode pembelajaran aktif berdasarkan nilai-Nilai Budaya bangsa Untuk Membentuk Daya Saing Karakter Bangsa.

3. Aspek konseptual
Relevansi
Model Kurikulum Berbasis Kompetensi
Kurikulum lebih dari sekedar dokumen
Proses pembelajaran
Aktivitas belajar
Output belajar
Outcome belajar
Penilaian
Kesesuaian teknik penilaian dengan kompetensi Penjenjangan penilaian

Tahapan Tahapan Perkembangan Pednididkan di Indonesia

Sejak dimulai dari kurikulum 1947 hingga kini kurikulum hadir dengan bentuk pendidikan yang baru, perkembangan pendidikan ini sudah mengalami 10 kali perubahan dan berikut adalah perbahan tersebut:

1. Kurikulum 1947 atau disebut Rentjana Pelajaran 1947
Kurikulu 1947 adalah kurikulum yag pertama setelah 3 tahun indonesia merdeka,pada kurikulum ini pendidikan lebih menekankan pada pendidikan yang kental akan pendidikan membangun karakter. Hal tersebut wajar dengan keadaan indonesia yang baru saja terlepas dari genggaman para penajajah.

Pada kurikulum 1947, pendidikan di indonesia masi berorientasi kepada pendidikan belanda, namun seiring berjalannya waktu, pemdidikan di indoinesia mulai di tetapkan asas pendidikan panca sila. Kenapa indonesia masi berorientasi kepada pendidikan belanda? Karena kurikulum ini lahir dikala Indonesia baru merdeka, maka pendidikan yang diajarkan lebih menekankan pada pembentukan karakter manusia Indonesia merdeka, berdaulat, dan sejajar dengan bangsa lain di muka bumi ini. Fokus Rencana Pelajaran 1947 tidak menekankan pendidikan pikiran, melainkan hanya pendidikan watak, kesadaran bernegara dan bermasyarakat.

2. Kurikulum 1952, Rentjana Pelajaran Terurai 1952
Pad kurikulum 1052 ini merupakan penyempurna kurikukulu sebelumnya. Pada kurikulum ini pendidikan di indonesia mulai mengarah kepada suatu pendidikan nasional, sehingg pendidikan lebih diarahkan kdengan kehidupan sehari hari. Dan para guru sudah harus membuat Silabus mata pelajaran menunjukkan secara jelas seorang guru mengajar satu mata pelajaran.

3. Kurikulum 1964, Rentjana Pendidikan 1964
Bebeda dengan kurikulum pendidikan sebelumnya, pada kurikulum 1964 pmerinta mengusung tujuan agar rakyat nebdapatkan pengetahuan akademik sebgai bekal pendidikan jenjang SD. Perubahan kurikulum 1964 ini biasa di sebut: Rentjana Pendidikan 1964. Sehingga pembelajaran dipusatkan pada program Pancawardhana, yaitu pengembangan moral, kecerdasan, emosional atau artistik, keprigelan (keterampilan), dan jasmani.

4. Kurikulum 1968
Perubahan yang terjadi pada kurikulum 1968 ini terjadi seiring telah lengsernya soekarno yang di gantikan oleh soeharto. Sehingga dengan kepemimpinan yang baru ikut berubah pula kurikulum pendidikan yang terencana menjadi pendidikan yang bersifat politis. Kurikulum ini bertujuan membentuk manusia Pancasila sejati, kuat, dan sehat jasmani, mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani, moral, budi pekerti, dan keyakinan beragama. Kurikulum 1968 merupakan perwujudan dari perubahan orientasi pada pelaksanaan UUD 1945 secara murni.

Sedangkan ciri yang ada pada kurikulum 1968 ini lebih bersifat teoritis tanpa melihat situasi dan kondisi di lapangan. Serta dala penetapan meatan materi tidak melihat atau mepertimbangkan terlebih dahulu kepada siapa materi ini akan di berikan, karena semua di anggap sama. Demi mewujudkan kepada sebuah pendidikan yang diarahkan pada kegiatan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan, serta mengembangkan fisik sehat dan kuat.

5. Kurikulum 1975
Setelah kurikulum sebelumnya hadir dengan kurikukum yang bersifat politik, pada kurikulum 1975 Pemerintah memperbaiki kurikulum pada tahun itu. Kurikulum ini menekankan pendidikan lebih efektif dan efisien. Menurut Mudjito, Direktur Pembinaan TK dan SD Departemen Pendidikan Nasional kala itu, kurikulum ini lahir karena pengaruh konsep di bidang manajemen MBO (management by objective). Metode, materi, dan tujuan pengajaran dirinci dalam Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI), dikenal dengan istilah satuan pelajaran, yaitu rencana pelajaran setiap satuan bahasan.

6. Kurikulum 1984
Kurikulu 1984 ini hadir denga mengusung tema proses keahlian. Meski mengutamakan pendekatan proses, tapi faktor tujuan tetap penting. Kurikulum ini juga sering disebut “Kurikulum 1975 disempurnakan”. Posisi siswa ditempatkan sebagai subjek belajar. Dari mengamati sesuatu, m  engelompokkan, mendiskusikan, hingga melaporkan. Model ini disebut Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA).

7. Kurikulum 1994 dan Suplemen Kurikulum 1999
Pada kurikulum 1994 suplemen 1999, pemerintah mencoba untuk menjadikan kurikulum menjadi sinkron engan kurikulum sebelumnya. Namun pada kurikulum 1994 pemerintah belum sepenuhnya bisa menjalankan hal tersebut, sehingga banyak sekali menuai kritikan.

8. Kurikulum 2004, KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi)
Pada tahun 2004 Kurikulum Berbasis Kompetensi (CBC) diluncurkan sebagai pengganti Kurikulum 1994. Program pendidikan berbasis kompetensi harus mengandung tiga elemen utama, yaitu pemilihan kompetensi yang sesuai, spesifikasi indikator evaluasi untuk menentukan keberhasilan pencapaian kompetensi, dan pengembangan pembelajaran.
KBK memiliki karakteristik sebagai berikut, menekankan pencapaian kompetensi siswa baik secara individu maupun klasik, yang berorientasi pada hasil dan keragaman pembelajaran. Kegiatan belajar menggunakan pendekatan dan metode berbeda-beda, tidak hanya sumber belajar guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur pendidikan.

9. Kurikulum 2006, KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan)
Kurikulum ini hampir mirip dengan kurikulum 2004. Perbedaan yang menonjol terletak pada otoritas dalam persiapannya, yang mengacu pada jiwa sistem pendidikan yang didesentralisasi. Dalam kurikulum 2006, pemerintah pusat menetapkan standar kompetensi dan kompetensi dasar. Guru dituntut untuk dapat mengembangkan silabus dan penilaian mereka sendiri sesuai dengan kondisi sekolah dan daerah. Hasil pengembangan semua mata pelajaran dikompilasi ke dalam perangkat yang disebut Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

10. Kurikulum 2013
Kurikulum ini merupakan pengganti kurikulum SBC. Kurikulum 2013 memiliki tiga aspek penilaian, yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, dan aspek sikap dan perilaku. Dalam kurikulum 2013, terutama dalam materi pembelajaran ada materi yang disederhanakan dan ditambahkan materi. Materi yang disederhanakan terlihat dalam Bahasa Indonesia, Ilmu Sosial, PPKn, dll., Sedangkan materi yang ditambahkan adalah Matematika.

Kesimpulan:
Seiringnya berjaannya waktu, pendidikan di indonesia terus mengalami perubahan. Perubahan tersebut bukan tidak lain adala unuk membuat sebuah sistem pendidika yang lebih baik, pendidikan yang mampu mengikuti pepesatnya perkembangan dunia. Meski saya akui dari sudut pandang mahasiswa terdapat bebrapa kurikulum yang tidak tepat bagi generasi muda. Seperti pendidikan yang kental aka politik.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar