Skip to main content

Kisah Tawadhu Rasulullah SAW-terhadap Pengemis

Kisah Tawadhu Rasulullah Saw-terhadap Pengemis
(Sumber: pixabay.com)


Diceritakan bahwa di sudut pasar Madinah alMunawwarah terdapat seorang pengemis Yahudi yang buta. Setiap hari, selain meminta-minta, ia juga sering berkata kepada orang-orang yang mendekatinya,

”Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad! Ia itu orang gila. la itu pembohong. la tukang sihir. Apabila kalian mendekatinya, kalian akan dipengaruhinya.”

Pada saat yang bersamaan, setiap pagi Rasulullah Saw. mendatanginya dengan membawa makanan.Tanpa berkata sepatah kata pun, Rasulullah Saw. menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah Saw. melakukan kebiasaannya itu hingga menjelang beliau wafat. Tak satu pun kemarahan dan rasa tersinggung dalam diri Rasulullah. Meskipun si Yahudi buta tadi selalu mencela dirinya dengan kata-kata yang kasar, beliau tetap setia mendatangi pengemis itu dan membawakannya makanan.

Setelah Rasulullah wafat, maka tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari, Abu Bakar ashShiddiq berkunjung ke rumah anaknya Aisyah Ra. la bertanya kepada anaknya, "Wahai Aisyah, adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan?”

Aisyah menjawab pertanyaan ayahnya, "Wahai Ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah. Hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan, kecuali satu sunnah Saja.”

”Apakah itu?”tanya Abu Bakar. 
"Setiap pagi, Rasulullah Saw selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana,” kata Aisyah.

Keesokan harinya, Abu Bakar pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan pada pengemis itu. Abu Bakar mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abu Bakar mulai menyuapinya, si pengemis itu marah sambil berteriak, ”Siapakah kamu?”tanya si pengemis.

Abu Bakar menjawab, ”Aku orang yang biasa."

”Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku!"jawab si pengemis buta itu. ”Apabila ia datang padaku, tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan itu sehingga aku tidak perlu mengunyahnya.”

Mendengar perkataan pengemis itu, Abu Bakar tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, ”Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya. Perlu engkau tahu, orang yang mulia itu telah tiada. la adalah Muhammad Rasulullah Saw.”

Setelah mendengar cerita Abu Bakar, pengemis itu pun menangis dan kemudian berkata,"Benarkah demikian? Selama ini, aku selalu menghinanya, memfitnahnya, namun ia tidak pernah memarahiku sedikit pun. Ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi. Ia benar-benar begitu mulia."

Setelah mengetahui segalanya, si pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abu Bakar menyatakan diri untuk memeluk Islam.

Begitulah Rasulullah Saw. Sikap rendah hatinya menjadikan orang Iain luluh, dari yang awalnya memusuhinya kemudian berubah menjadi orang yang mencintainya. Dari yang semula berada dalam kekaifiran menjadi orang yang memilih memeluk agama Islam.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar