MGBdMqV8LGF6NqN4LGJ4NqR6MCMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE103

Urutan Dan Bacaan Manasik Haji Yang Wajib DiKetahui

Urutan Dan bacaan Manasik Haji Yang Wajib DiKetahui

Urutan Dan Bacaan Manasik Haji Yang Wajib Di Ketahui

Pejuangspd.com-Manasik ibadah haji adalah latihan atau demonstrasi prosedur haji sesuai dengan pilar mereka. Saat melakukan ritual haji, para peserta akan diberitahu tentang prosedur untuk melakukan haji. Membaca Manasik haji tentu akan sama dengan membaca yang digunakan untuk haji.

Istilah manasik berasal dari bahasa Arab, yaitu nusuk yang berarti ibadah atau bakti kepada Allah. jika digabungkan dengan kata haji, istilah Manasik  haji dapat diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan haji.

Saat melakukan Manasik haji, calon jemaah haji biasanya akan diajari tentang rukun haji, persyaratan hukum haji, apa yang wajib dan sunnah dalam haji, serta hal-hal yang dilarang selama haji. Tidak hanya membaca ritual haji, tetapi peserta juga diundang untuk mempraktikkannya.

Ketika Manasik haji prosesnya dibuat mirip dengan kondisi asli atau kondisi saat ini di tanah suci. Ritual haji diperlukan terutama untuk calon jamaah haji sehingga mereka mengerti apa yang harus dilakukan kemudian selama haji yang sebenarnya.

Baca Manasik Haji


Berikut ini adalah bacaan yang dibaca saat ritual haji:

1. Niat dan Ihram

Sebelum beribadah, kita harus berniat terlebih dahulu termasuk berziarah juga. Ketika ritual biasanya dibaca niat ini akan diajarkan.

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ حَجًّا.


"Labaika Allahumma hajja" yang berarti saya menyambut panggilan Anda kepada Allah, haji.

Setelah niat maka Ihram (mengenakan pakaian Ihram) dan membaca doa Ihram dilanjutkan dengan kalimat Talbiyah.

اللَّهُمَّ أُحَرِّمُ شَعْرِيْ وَبَشَرِيْ وَجَسَدِيْ وَجَمِيْعَ جَوَارِحِيْ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ حَرَّمْتَهُ عَلَى المُحْرِمِ اَبْتَغِيْ بِذَلِكَ وَجْهَكَ الكَرِيْمَ يَا رَبَّ العَالِمِيْنَ

"Allahumma, engkau sya'rii wa jasadii wa jamii'a jawaarihii min kulli syayin harramtahu‘ alaal muhrimi abtaghii bidzalika wajhakal kariima yaa rabbal ‘aalamiin"

2. Doa Pergi ke Arafat dan Wukuf

Waktu di Arafat dilakukan ketika matahari terpeleset pada tanggal 9 Dhu al-Hijah sampai fajar tanggal 10 Dhu al-Hijah. Waktu adalah pilar utama haji, dengan kata lain jika bukan wanita, maka haji tidak berlaku. Berikut ini adalah bacaan ketika pergi ke Arafat dan wukuf.

اَللَّهُمَّ إِلَيْكَ تَوَجَّهْتُ وَإِلَى وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ أَرَدْتُ فَاجْعَلْ ذَنْبِيْ مَغْفُوْرًاوَحَجِّيْ مَبْرُوْرًاوَرْحَمْنِيْ وَلَاتُخَيِّبْنِيْ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

"Allahumma ilaika tawajjahtu wa ilaa, misalnya kariimi arodtu faaj'al dzanbii maghfuuraan wa hajjii mabruuraan warhamnii wa laa tukhayyibnii innaka‘ ala kulli syayin qadiir. "

3. Doa Thawaf Ifadhah

Thawaf ifadah adalah thawaf yang dilakukan setelah dari Arafah. Hal ini dilakukan dengan berkeliling Ka'bah sebanyak yang dimulai dari garis sejajar dengan irama Aswad.

Pada awal setiap putaran berdiri menghadap irama aswad sambil mengangkat tangan dan membaca "Bismillahi Allahu Akbar" sambil mencicipi tangan kanan Anda dan mulai berjalan.

4. Doa di Muzdalifah dan Mina

Setelah melakukan pertemuan di arafah para peziarah diwajibkan untuk menghabiskan malam (mabit) di Muzdalifah dan Mina. Mabil di Muzdalifah dilakukan sampai setelah tengah malam pada tanggal 10 sambil mencari batu atau kerikil untuk melempar jumrah. Kemudian dilanjutkan ke mina untuk mabit pada hari tasyrik, yaitu pada 11 - 12 Dhulhijah.

Bacaan yang dibaca ketika tiba di Muzdalifah "Allahumma inna hadzihi muzdalifah jumi'at fiihaa alsinatu mukhtalifatu, tasalka hawaaija mutanawwiatan mimman da'aaka faaj'alnii fastajabta lahu wa tawakkala‘ alaika fakaffaitahuahu ra

Sementara sholat pada saat kedatangan adalah, "Allahumma hadzaa minaa famnin ya alayya bimaa mananta bihi‘ alaa awliyaaika wa ahli thaa’atika. "

5. Doa Sa'i

Sai adalah kegiatan lari pelan pelan atau kecil dari bukit Safa ke bukit Marwa atau sebaliknya sebanyak tujuh kali. Sai dilakukan setelah tawaf baik dalam ibadah haji dan umrah. Ini adalah doa sebelum sa'i.

 
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللهُ بِهِ وَرَسُوْلُهُ.  إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ
“bismillahirrahmanirrahiim, abdau bimaa badaallahu bihi wa rasuuluhu, innash shafaa wal marwata min Sya’aairillahi faman hajjal bayta awi’tamara falaa junaaha ‘alaihi an yaththawwafa bihimaa wa man tathawwa’a khoiraan fa innallaha Syaakirun ‘aliim”


Manasik haji juga dibutuhkan sebagai pengingat tujuan jamaah pergi ke tanah suci. Ketika ritual biasanya panitia tidak hanya mengajarkan praktik ibadah atau membaca ritual haji. Biasanya panitia juga akan mengajarkan sedikit tentang budaya, bahasa, dan kondisi alam di tanah suci.

Tidak berbeda dengan pelatihan lainnya, urgensi Manasik haji itu sendiri adalah untuk memberikan pembekalan bagi para calon jamaah haji. Manasik  haji tidak hanya untuk calon jamaah haji. Manasik haji juga dapat diberikan kepada siapa saja yang ingin mempelajari rukun Islam kelima

Share This Article :
Candra fitriyanto

saya adalah mahasiswa tadris matematika IAIN Metro Lampung

5606159572399492275

Subscribe