Skip to main content

Menulis cerpen berdasarkan pengalaman

B. Menulis Cerpen Berdasarkan Pengalaman

Menulis cerpen berdasarkan pengalaman

Menjadikan Pengalaman yang Biasa Menjadi Cerita yang Luar Biasa Perhatikan cuplikan cerita berikut.
Pendakian ke puncak Gunung Kerinci kami mulai dari Desa Kersik Tuo, Kecamatan Kayu Aro, dcngan waktu tempuh 10-12 jam. Selama pendakian, kami pun berkemah, menikmati keindahan edelweis, dan pengamatan tumbuhan. Melihat satwa yang hidup di alam bebas,
Hampir di setiap persimpangan, sudah ada papan keterangan dan petunjuk. Iadi, selama perjalanan itu, kami tidak pemah tersesat.
Cuplikan di atas merupakan pengalaman seseorang. Hal yang diceritakannya merupakan pengalaman yang menarik dalam hidupnya. Pengalaman sclama pendakian kc Puncak Gunung Kerinci merupakan pengalaman berkesan bagi penulis yang perlu ia abadikan dalam sebuah karangan.

Setiap orang tentu memiliki pengalaman serupa. Namun, pengalaman itu tidak harus berupa peristiwa dahsyat maupun pertcmuan dcngan orang terkenal. Peristiwa yang biasa-biasa saja, seperti ketinggalan damper, menemukan anak kucing di tengah jalan, tertiban buah mangga ketika sedang jajan, dapat juga menjadi scbuah cerita menarik dan mengesankan. Syaratnya, kita harus pandai dalam mengolah kata-kata sehingga pembaca menjadi penasaran dan terpesona dengan cerita kita.

2. Sajian KonHik Menjadjkan Cerita Lebih Menarik

Konflik dapat diartikan sebagai suatu pertentangan. Bentukbentuk pertentangan itu, sebagajmana yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, sangat bermacam-macam, misalnya:

1) pertentangan manusia dengan dirinya sendiri (konflik batin),

2) pertentangan manusia dengan sesamanya,

3) pertentangan manusia dan lingkungannya, baik itu lingkungan alam, ekonomi, politik, sosial, dan budaya, serta

4) pertentangan manusia dengan Tuhan atau keyakinannya.

Bentuk-bentuk konflik atau pertentangan-pertentangan semacam itulah yang menjadikan suatu cerita lebih menarik. Konflik tersebut menggerakkan alur cerita. Oleh karena itu, tidak berlebihan apabila dikatakan bahwa konHik merupakan inti dari sebuah ccrita.

Mengenai kcberadaan konflik dalam suatu cerita, mari kita pelajari penggalan cerita berikut:
Heri menghela napas panjang. Ichennya yang sederhana yang telah merenggut seluruh hatinya, telah berubah dan tak man mau lagu mengenal dirinya. Heri merasa diombangambing perasaan dan hatinya oleh permainan yang diciptakan oleh Ichen . Apakah kini ia telah mclupakan ketertarikannya pada Ichen ? Atau, akan menghentikan perburuannya dengan adanya perubahan yang telah Anda ditunjukkan gadis itu? Ternyata tidak sama ‘ sekali . Heri justru merasa semakin tertantang. Ia penasaran , apa yang diinginkan Ichen sebenarnya? Lalu, siapa pria muda yang menjemputnya tadi?
Kalau dilihat dari sikapnya, jelas pria tadi sangat dekat hubungannya dcngan Ichen . chasihnyakah? Atau tunangannya? Mereka jelas datang dari etnis yang sama.
Menyadari hal itu mcmbuat Heri jadi orang linglung. Kalau pada mulanya Heri tertarik pada Ichen karma kesederhanaan dan pesona gadis itu, kjni, sclain daya tarik itu, adalah karma kepandaian gadis itu barperan. Bagaimana mungkin dalam waktu yang begitu singkat ia bisa bcmbah penampilan? Siapakah Ichen sebenarnya dan apa maunya gadis itu?
Heri baru memarkir mobil di dcpan rumahnya saat dirasakannya ada bayangan yang bcrkclcbat di bclakangnya. Kctika menoleh, ternyata Ichen sudah berdiri di ujung pagar rumahnya. Heri tertegun memandang Ichcn. Gadis ini sekarang sudah berubah lagi penampilannya . Tadi, di pemakaian , ia tampil modem dan modis. Kini, sudah kcmbali seperti pertama kali mereka bertemu: lugu dan bersahaja sckali.
("Ichen dan lchen'j Rossda)
Dalam cuplikan cerita di atas, cukup tergambar mengenai bentuk konflik yang menggerakkan cerita tersebut. Konflik konflik tersebut berupa:

a. penentangan tokoh utama dengan Ichen, yang mcnjadikannya keheranan dan bertanya-tanya,

b. penentangan tokoh utama dengan batinnya sendiri, antara menghentikan petualangannya memikat hati Iehen atau meneruskannya.

kedua pertentangan atau konflik itulah yang kemudian menghidupkan alur cerita, yakni bermula dafi rasa penasaran dan kehetanan tokoh Heri membuat cerita itu bcrgerak dan berkembang Cerita itu tidak sampai pada kisah Heri berkasih-kasihan dengan Ichen. Lebih menantang lagi, yakni pcnyelidikan Heri terhadap wanita yang dikasihinya itu: Ichen bcrsikap aneh, seperti mcmiliki kcpribadian ganda, atau memang ada dua Iehen? Konflik-konflik itulah yang membuat cerita itu menarik dan pembaca merasa penasatan dibuatnya.

Pengalaman yang akan ditulis menjadi cerpen sebaiknya dibuat kerangkanya terlebih dahulu. Kerangka yang kita buat dapat tcrsaji dalam bentuk peta pikiran (mind mapping), seperti berikut ini.


Kemudia, langkah-langkah penulisannya adalah sebagai berikut

1. Siapkan kerras kosong, spidol, atau pensil berwarna-warni. .

2. Tuliskan topik utama dari cerpen yang akan kita buat di tengah tengah kenas. Misalnya, pengalaman di pantai. Lingkari kata kunci tersebut .

3. Buat cabang mama terkait topik tersebut. Misalnya, tentang Peristiwa menarik yang pernah dialami, nama-nama tempat , atau benda-bcnda yang dilihat.

4, Teruskan dcngan membuat cabang-cabang lainnya dan gunakan warna berbcda. Cabang-cabang itu diisi olch katakata kunci yang berhubungan dengan cabang utama.

5. Gunakan warna yang menarik , gambar, atau simbol-simbol yang mcncerminkan pengalaman dan imajinasi Anda berkaitan dengan topik-topik tersebut.

6. Apabila ada kata kunci yang masih berkaitan dengan kata kunci dari cabang lainnya, Anda bisa membuat garis lengkung yang menghubungkannya. Bubuhkan simbol yang menjadi alasan keterkaitan antara kata-kata kunci tersebut.

7. Perhatikan kelengkapan pengalaman dan imajinasi Anda. Apakah sudah tercurahkan semua?

8. Jika sudah lengkap, beri nomor pada kata-kata kunci itu sesuai dengan urutan yang akan Anda susun dalam cerpen. Bersamaan dengan itu, coretlah kata-kata kunci yang Anda anggap tidak penting untuk dikembangkan. Misalnya, karena terlalu menyimpan dari topik utama atau tidak menarik jika dijadikan bahan cerpen.

Setelah peta pikiran tersebut diberi nomor, kembangkan mcnjadi scbuah cerpen yang utuh. Bersamaan dengan itu, Anda pun dapat menambahkan peristiwa dan imajinasi lain di luar kcrangka yang tersedia, sepanjang tidak menganggu topik utama yang tclah Anda bangun sebelumnya.

Sumber:Buku Bahasa Indonesia Kelas XI SMK/MK jilid 2 "KREATIF BERBAHASA INDONESIA" BAB 2 HALAMAN 46-49
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar