Skip to main content

Materi Khutbah jumat tentang memuliakan ulama Versi Pejuang Spd

Materi Khutbah jumat tentang memuliakan ulama Versi Pejuang Spd

Materi Khutbah jumat tentang memuliakan ulama

Saudara-saudara kaum muslimin yang berbahagia.

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketaqwaan kita 'kepada Allah. Marilah kita bersama-sama waspada dalam keta'atan kita kepada Allah. Marilah kita membenahi diri bagaimana sebaiknya tindakan kita dalam melaksanakan perintahperintah Allah.

Ketahuilah, bahwa salah satu perbuatan kita yang téramat penting bagi kita adalah saling mengingatkan di antara kita, saling menasehati dalam urusan penyempurnaan iman clan sabar, lantaran beratnya tuntutan Allah buat nafsu kita, yaitu yang berupa pelaksanaan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. '

Ketahuilah, bahwa ulama itu adalah pewaris Nabi dalam menyebar luaskan ilmu-ilmu agama, menunjukkan jalan yang hak dan diridlai Allah serta menerangkan mana yang hak dan mana yang batil. Berkat perjuangan para ulama itu orang bisa terhindar dari kesesatan dan dapat mengayuh kebahagiaan di dunia dan akhirat. Para ulama ibarat lampu yang dapat menerangi hati yang gelap. Sekiranya tidak ada ulama, pastilah manusia hidup dalam kegelapan serta bergelimangan dalam dosa dan kemaksiatan. Mereka yang kuat menguasai yang miskin dengan tanpa memperdulikan rasa kemanusiaan. Itu semua bisa terjadi karena bimbingan dari para ulama sudah tidak lagi digubris lagi.

Cobalah bandingkan sejarah Bangsa Arab sebelum kalian sesudah ada ulama. Sebelum ada ulama, di negeri Arab terkenal dengan zaman I‘ahiliyyah yang kejam. Mereka saling berbunuhan hanya karena ta'assub kesukuan. Mereka juga tega membunuh anak perempuannya karena menganggap anak perempuan itu . tidak menambah keberuntungan tetapi justru menambah beban. Keadaan itu terus berlangsung hingga datang agama Islam yang dibawa Rasulullah SAW, dan diteruskan para sahabat, tabi'in, tabi'it tabi'in di mana beliau-beliau itu dikenal sebagai ulamaulama yang benar-benar ahli, maka kegelapan di bumi Arab' semakin sirna berganti kecemerlangan cahaya yang menerangi setiap hati manusia. Aman sentausalah negeri Arab, hingga berkembang menjadi negara yang makmur, disegani oleh sétiap bangsa di dunia; 'Itulah sebabnya maka Rasulullah SAW. bersabda:

Artinya: Ulama itu sebagai lampu-la'mpu di bumi, péngganti para Nabi, pewarisku dan pewaris para Nabi. (HR. Ibnu Ady dari Ali).

Di lain Hadits, Rasulullah SAW. bersabda:

Artinya:

Ulama itu pewaris-pewaris Nabi. Ahli langz't (para, malaikat) mencintai mereka dun ikanikan di laut memz’ntaka’n ampun untuk mereka bilamana marekaz'tumati hingga harikiamat. (HR. Ibnu Najjar dari Anas)

Diriwayatkan di dalam sebuah hadits bahwa besuk di hari kiamat di muka pintu surga di datangkan empat golongan, mereka datang tanpa melaluiperhitungan dan tidak disiksa sama ' sekali. Empat golongan itu adalah para ulama yang mengamalkan ilmunya, orang-orang haji yang diwaktu menunaikannya tidak melakukan hal-hal yang dapat merusak hajinya, orang-orang yang mati syahid dalam menegakkan agama Islam dan para dermawan yang membelanjakan hartanya di jalan Allah tanpa disertai dengan sifat riya' (pamer agar dipuji orang). Keempat golongan itu lalu saling berebutan ingin lebih dahulu masuk Kedalam surga. Akan tetapi kemudian Allah mengutus malaikat jibril untuk menghukumi mereka, siapakah yang pantas masuk ke surga terlebih dahulu. Maka malaikat Jibril pun datang kepada mereka seraya bertanya kepada orang yang mati syahid

“Apakah yang telah kamu perbuat di dunia mi sehingga ng'm masuk surga yang pertama ?".

"Saya teiah terbunuh dalam peperangan karena ingin mencari keridlaan Allah".

“Dari siapakah kamu mendengar tentang pahala orang yang mati syahid? ".

‘ "Dari pars ulama", jawabnya singkat.

"]aga1ah 'kesopanan, jangan kamu mendahului gurumu yang telah memberi pelajaran kepadamu" , jawab Iibril memperingatkan

Kemudian malaikat jibril pun menanyai orang haji dan para dermawan yang berada di muka pintu surga sebagaimana pertanyaan yang diajukan kepada orang yang mati syahid.

Mendengar ucapan malaikat Jibril seperti itu, para ulama'pun menjawab dengan penuh ta'zhim seraya berkata:

"Ya Allah ,tiadalah aku dapat menghasilkan ilmu kecuali dengan kedermawanan para dermawan".

"Benar juga orang alim(u1ama) itu, hai Ridlwan. Sekaran bukalah pintu surga dan persilahkan para dermaw an masuk

lebih dahulu kemudian barulah orang lain menyus’ulnya" petintah Allah ‘

Demikianlah sekilas Cerita yang menggambarkan kearifan para uiama, sehingga beliau-beliau wajib dimuliakan.

Rasuiuilah SAW. bersabdaz.

Artinya: Muliakan ulama Maka seszmgguhnya mereka itu disisi Allah adalah orang-orang mulia dan dihormati.

Dengan memahami hadits-hadits di atas maka orang akan' mémaklumi bahwa ulama itu amat Vital fungsi dan posisinya bagi kehidupan umat manusia. Beliau adalah pewaris Nabi yang merasa bertanggung jawab kepada Allah. Sehingga kesadaran akan tanggung jawab itu para ulama berani ’ berkata benar kepada siapa saja dan di mana saja, apapun resiko yang akan menimpa dirinya. Karena hal itu memang merupakan tugas utamanya, yaitu amar ma'ruf nahi mungkar. Sekiranya ulama lupa akan tanggung jawabnya karena tergoda oleh kemewahan duniawi, kemudian masyarakat dan agama rusak, maka beliaubeliaulah ‘orang pertama bertanggung-jawab pada Allah di akhir kelak.

. Saudara-saudara kaum muslimin yang berbahagia.

Demikianlah secara populer kita memahami tanggung ' jawab ulama di hadapan Allah. Sehingga merupakan kewajiban bagi kita memuliakan dan méndekatkan kepada para ulama dengan mempercayai semua ucapannya. dan mengamalkan petunjuk-petunjuknya. Beliau-beliau itulah di antara makhlukmakhluk Allah yang paling takut kepada-Nya.

Allah berfirman:

Artinya: Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagz' Maha pengampzm. (Fathir: 28).

Disebutkari di dalam hadits bahwa tegaknya dunia ini, karena empat sendi, yaitu:

1. Ilmunya para ulama

Seandainya tidak karena ilmunya ulama, maka binasalah orang-orang bodoh.

2. Keadilan orang-orang pemerintah

Seandainya tidak karena keadilan orang-orang pemerintah, maka terjadilah saling isap mengisap darah satu dengan lainnya sebagaimana serigala yang makan kambing.

3. Kedermawanan orang-orang kaya

Seandainya tidak karena kedermawanan orang-orang kaya, niscaya lenyaplah orang-orang miskin.

4. Do'a fakir miskin Seandainya tidak karena do'a 'fakir miskin, niscaya . berantakanlah orang-orang kaya. '

Nabi SAW. bersabda:

Artinya :

Akan datang kepada umatku suatu masa dimana mereka lari menjauhipara ulama dan ahlifiqih. Maka Allah menurunkan cobaan kepada mereka dengan. tiga cobaan, yaitu :

1. Allah menghilangkan berkah dari pekerjaan mereka.
2.Allah menguasakan kepada mereka seorang penguasa yang zalim.
3. Mereka keluar dari dunia (mati) dalam keadaan tanpa iman.

Cobaan yang ditimpahkan. oleh Allah karena tidak atau kurang menghargai para ulama itu bisa saja terjadi pada suatu desa, daerah atau suatu negara bilamana penduduk dari masing-masing itu benar-benar telah berbuat seperti apa yang telah diisyaratkan oleh Rasulullah SAW di dalam hadits di atas. Allah Maha Mengetahui segala apa yang berbuat terhadap mereka. Segala kepura-puraan yang pada lahirnya kelihatan mencintai para ulama, tetapi di balik itu ada maksud-maksud tertentu yang menghinakan mereka, pastilah tidak samar bagi Allah. Maka tunggulah saatnya! Azab dan cobaan datang silih ' berganti tanpa henti-hentinya. Hanya para kaum yang menghargai. para ulama'lah yang dapat mengenyam kebahagiaan dan ketenangan lahir dan batin.

Munkin itu saja yang bisa saya berikan mengenai Materi Khutbah jumat tentang memuliakan ulama semoga bermanfaat bagi anda semua trimakasi.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar