MGBdMqV8LGF6NqN4LGJ4NqR6MCMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE103

Ekosistem Sawah, Definisi dan Jenis-Jenis

pengertian ekosistem sawah

Ekosistem Sawah, Definisi dan Jenis-Jenis

Salah satu jenis ekosistem buatan yang terletak di darat adalah sawah. Sawah merupakan ekosistem berupa lahan pertanian dengan permukaan rata dan ada tanggul sebagai penghalang. Sawah termasuk dalam ekosistem buatan karena sengaja dibuat oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan makanan. Manusia menanam berbagai jenis tanaman di ekosistem sawah. Di antara tanaman yang sering ditanam adalah sawah dan kacang. Tumbuhan lain yang tumbuh di ekosistem sawah adalah rumput yang sebenarnya menjadi gulma bagi tanaman. selain tanaman, ada juga hewan yang mendiami ekosistem sawah seperti ulat, serangga, burung, belut dan ikan.

Definisi Ekosistem Sawah


Sawah adalah bisnis pertanian yang secara fisik datar, dibatasi oleh tanggul, dan dapat ditanami dengan sawah, tanaman sekunder atau tanaman lainnya. Sebagian besar sawah digunakan untuk menanam sawah. Untuk tujuan ini, sawah harus mampu mendukung genangan air karena sawah membutuhkan banjir pada periode pertumbuhan tertentu. Untuk mengairi sawah, digunakan sistem irigasi dan mata air, sungai atau air hujan. Sawah yang terakhir dikenal sebagai sawah tadah hujan, sedangkan yang lainnya sawah irigasi. Sawah yang ditanam di sawah dikenal sebagai sawah sawah


Jenis Ekosistem Sawah


Ada beberapa macam ekosistem sawah, yaitu:

1.Sawah tadah hujan

Sawah tadah hujan adalah contoh sawah yang mengandalkan air hujan untuk mengairi lahan pertanian. Seperti namanya, sawah ini hanya bisa ditanam pada musim hujan. Sementara itu, selama musim kemarau, sawah dibiarkan sendiri. Hal ini membuat tingkat produktivitas sawah tadah hujan relatif rendah. Tidak seperti sawah lain yang bisa panen 3 kali setahun, sawah tadah hujan hanya bisa dipanen setahun sekali.

2. Medan pasang surut


Contoh sawah berikutnya adalah sawah pasang surut. Sawah ini dibuat di dekat sungai, rawa atau di dekat pantai. Sawah pasang surut memanfaatkan debit air untuk sistem irigasi. Ketika ada banyak debit air, air yang tidak tertahan akan meluap dan mengairi sawah. Karena dibuat di dekat pantai, tanaman yang ditanam di sawah pasang surut harus tahan terhadap kontaminasi air garam. Jika tidak, maka tanaman akan mati dengan cepat dan tidak dapat dipanen. Ekosistem sawah pasang surut dapat ditemukan di pantai utara Jawa, pantai timur Sumatra dan Kalimantan barat.

3. Ekosistem sawah sawah

Baca Juga:Pengertian Ilmu Pengetahuan Alam

Ekosistem sawah Lebak adalah sawah yang dibuat di antara dua sungai besar. Sistem irigasi memanfaatkan aliran air dari dua sungai besar di sebelah kanannya. Selama musim kemarau petani tidak perlu menunggu air hujan karena aliran air di sungai besar masih cukup untuk mengairi sawah. Yang perlu Anda khawatirkan adalah selama musim hujan. Ketika debit sungai sangat banyak, maka lahan rawa rawan banjir atau genangan air. Sistem irigasi yang baik harus dibangun untuk mengatasi masalah ini. Jika sistem irigasi benar, maka sawah dataran rendah sangat menguntungkan bagi petani karena mereka tidak memerlukan banyak uang selama bertani. Sawah Lebak dapat ditemukan di sekitar Sungai Musi dan Sungai Ogan di Sumatra.

4. Ekosistem dataran rendah musiman

Tanpa musim sawah berarti musim kemarau dan musim hujan masih bisa ditanam. Metode irigasi adalah dari irigasi yang mengalir dari satu sungai besar, ketika musim hujan dan ada tanda-tanda ingin banjir, petugas irigasi segera menutup pintu ke irigasi. Ada juga petani yang menggunakan mata air untuk mengolah ladang mereka. Mata air besar biasanya digunakan oleh petani untuk mengolah sawah mereka, dengan cara saling bekerja sama, mereka mengalirkannya. ketika musim kemarau mata air tidak mengering hanya debit air berkurang.
Komponen Ekosistem Sawah

Ekosistem sawah terdiri dari komponen biotik dan abiotik. Komponen biotik mencakup semua makhluk hidup di sawah. Sedangkan komponen abiotik meliputi tanah, air dan sinar matahari yang dibutuhkan untuk kelangsungan hidup komponen biotik. Berikut ini adalah penjelasan masing-masing komponen

Komponen biotik


Komponen biotik dalam ekosistem sawah dapat dikelompokkan menjadi 3 jenis, yaitu tanaman primer, tanaman sekunder dan hewan.

Tanaman primer

Termasuk dalam tanaman primer adalah tanaman yang sengaja ditanam dan dirawat oleh petani sehingga mereka dapat dipanen nanti. Tanaman primer bervariasi sesuai dengan jenis sawah dan musim tanam. Contoh tanaman utama adalah beras, kacang hijau, kedelai dan lainnya.

Tanaman sekunder

Yang disebut tanaman sekunder adalah tanaman liar yang tumbuh di sekitar tanaman primer. Tumbuhan liar ini sebenarnya adalah gulma atau hama tanaman yang harus dihilangkan karena dapat mengganggu pertumbuhan tanaman primer. Jika tanaman sekunder dibiarkan, mereka dapat menyita nutrisi di tanah yang sebenarnya disiapkan untuk tanaman primer. Contoh tanaman sekunder adalah semak-semak dan semak-semak.

Hewan

Ada berbagai jenis hewan di ladang. Ada hewan yang tidak mengganggu perkembangan tanaman primer, tetapi lebih banyak hewan berbahaya. Di antara binatang-binatang yang tidak mencolok adalah cacing, ular, ikan, burung hantu dan elang. Sedangkan beberapa hewan yang berbahaya adalah tikus, burung yang memakan biji-bijian, ulat bulu, serangga, dan siput. Hewan-hewan ini berinteraksi satu sama lain, sehingga membentuk rantai makanan dan aliran energi dalam ekosistem. Salah satu contoh rantai makanan di ekosistem sawah adalah nasi pada tikus, kemudian tikus dimakan oleh ular.
Baca Juga Organ Organ yang Mengatur Sistem Reproduksi pada Wanita


Komponen abiotik


Komponen abiotik dalam ekosistem sawah merupakan unsur yang telah disediakan oleh alam dan dapat diolah oleh manusia. Unsur-unsur alami ini meliputi:

Tanah


Merupakan komponen abiotik yang paling penting. Sebelum digunakan untuk bertani, tanah harus diproses terlebih dahulu. Petani biasanya mengolah tanah dengan membajak menggunakan mesin traktor atau dengan tenaga hewan. Aktivitas membajak tanah ini bertujuan untuk membuat jumlah oksigen yang terkandung dalam tanah lebih banyak. Tingkat oksigen yang cukup sangat baik untuk organisme yang membantu menyuburkan tanah. Air, merupakan komponen abiotik yang penting. Air dibutuhkan oleh tanaman untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Jika ketersediaan air tidak mencukupi, ladang akan mengalami kekeringan dan gagal panen. Sebaliknya, jika jumlah air yang mengairi sawah terlalu banyak dapat menyebabkan banjir dan juga gagal panen. Oleh karena itu, irigasi atau sistem irigasi di ladang harus dibuat sebaik mungkin agar ladang menjadi produktif.

Sinar matahari

Dibutuhkan oleh tanaman untuk fotosintesis. Ketika tanaman berfotosintesis itu akan menghasilkan glukosa yang digunakan untuk tumbuh dan sebagian besar disimpan dalam satu bagian tubuhnya. Bagian tanaman yang mengandung glukosa adalah yang nantinya bisa dipanen manusia.

Udara

Udara terdiri dari berbagai macam gas, yaitu nitrogen (78,09%), oksigen (20,93%), karbon dioksida (0,03%), dan gas lainnya. Nitrogen dibutuhkan oleh makhluk hidup untuk membentuk protein. Oksigen digunakan oleh makhluk untuk bernafas. Karbon dioksida dibutuhkan oleh tanaman untuk fotosintesis (Aryulina, 2007: 269).

Demikian artikel ini, pasti akan bermanfaat bagi pembaca. Sampai jumpa artikel selanjutnya.
Share This Article :
Candra fitriyanto

Pemuda dari desa yang ingin menjadi pebisnis, yang saat ini masi bekuliah di IAIN Metro Lampung Tandris Matematika (alamat: Mujirahayu kecamatan; seputih agung Kab: lam-teng)

5606159572399492275