MGBdMqV8LGF6NqN4LGJ4NqR6MCMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE103

Ruang Lingkup Metodologi Studi Islam

Ruang Lingkup Metodologi Studi Islam
Antika Wijayanti
05
Institut Agama Islam Negeri Metro
Jl. Ki Hajar Dewantara 15 A, Iringmulyo, Kota Metro, Lampung 34111
E-mail: antikawijayanti13@gmail.com

Abstrak

Artikel ini membahas tentang apa saja ruang lingkup metodologi studi Islam. Tidak hanya itu, dalam tulisan ini juga akan membahas beberapa pengertian. Diantaranya pengertian ruang lingkup, pengertian metodologi, pengertian Islam, serta pengertian studi Islam. Secara singkat ruang lingkup adalah membahas tentang sejauh mana suatu masalah akan dibahas. 
Metodologi ialah cara maupun  metode yang dipakai guna mempelajari serta mendalami suatu ilmu pengetahuan. Sebuah metode atau pendekatan sangatlah penting untuk memepelajari suatu ilmu pengetahuan karena metode menentukan maju mundur nya suatu ilmu pengetahuan yang kita pelajari. Islam secara istilah berarti agama yang ajarannya berintikan tauhid yang berasal dari Allah SWT. Melalui Nabi Muhammad SAW untuk umat manusia yang berlaku dimanapun dan kapanpun, serta ajarannya meliputi segala aspek kehidupan manusia. 
Makna dari studi Islam itu sendiri adalah melakukan kajian atau mengaji agama Islam dengan lebih mendalam dengan menggunakan berbagai pendekatan keilmuan. Jadi, Islam selaku objek studi bisa ditinjau dari tiga segi. Pertama, sebagai doktrin dari Tuhan yang sesungguhnya, dan diterima apa adanya. Kedua,sebagai gejala budaya,termasuk pemahaman umat manusia terhadap doktrin agamanya. Ketiga, sebagai interaksi sosial, yaitu tentang realitas umat Islam.

Kata Kunci

Ruang Lingkup,Metodologi,Islam,Studi Islam



Pendahuluan

Islam adalah agama yang ajarannya diwahyukan oleh Allah SWT. Kepada manusia melalui Nabi Muhammad SAW. Sumber ajarannya meliputi berbagai sumber kehidupan manusia. Islam merupakan agama yang terakhir dan sebagai penutup semua agama yang telah ada. Islam kerap digunakan untuk kajian budaya dikalangan masyarakat non muslim. Terkadang dalam memantau Islam kerap kali terjadi pendapat yang berbeda dalam menerangkan apa itu Islam. Apabila dilihat dari segi normatif, Islam ialah agama yang mengajarkan ajaran Allah SWT. Yang berhubungan dengan akidah serta mu’amalah. Semntara itu apabila dilihat dari segi historis, didalam Islam terdapat unsur sejarah serta unsur kebudayaan yang terdapat dalam masyarakat.[1]

Agar kita dapat mengetahui Islam lebih mendalam maka muncullah ilmu yang dinamakan Studi Islam. Secara sederhana, Studi Islam adalah suatu hal yang mengacu pada pembelajaran tentang agama islam.[2]

Menurut Amin Abdullah, studi Islam adalah suatu cabang ilmu yang mmpunyai kajian, metodologi, pendekatan, dan beberapa teori. [3]

Untuk memahami dan memperdalam tentang ajaran Islam kita perlu mempelajari ilmu Metodologi Sudi Islam.Apa itu Metodologi Studi Islam?Dan apa saja ruang lingkup Metodologi Studi Islam? Keduanya akan dibahas disini.

Pengertian


Ruang Lingkup

Ruang lingkup adalah batasan,populasi atau subjek penelitian. Ruang lingkup menyatakan hal hal apa saja yang akan dibahas dalam suatu pokok bahasan. Ruang lingkup juga dapat diartikan sebagai luasnya subjek yang tercakup dari suatu
permasalahan.

Metodologi

Kata metodologi berasal dari dua kata yaitu metode dan logos. Kata metode atau metoda berasal dari bahasa Yunani. Secara etimologi, kata metode berasal dari kata metha dan hodos. Metha berarti melalui atau melewati, dan hodos berarti jalan atau cara yang harus ditempuh untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan logos berarti ilmu.[4]Jadi metodologi adalah ilmu yang mempelajari tentang suatu cara untuk mencapai sesuatu.

 Metodologi adalah kajian tentang metode yang digunakan dalam suatu cabang ilmu untuk memperoleh pengetahuan mengenai pokok persoalan dari ilmu tersebut.[5]

Metode berhubungan dengan proses kognitif yang dituntut oleh persoalan yang terdapat pada suatu bidang studi. Dapat dikatakan bahwa metode adalah kombinasi sistematik dari proses-proses kognitif, dengan menggunakan teknik-teknik tertentu. 

Metodologi adalah bidang penelitian yang berhubungan dengan pengkajian tentang metode yang digunakan dalam mempelajari gejala yang terjadi di alam dan manusia.

Metode mempunyai peran yang penting dan menjadi salah satu faktor penentu dalam kemajuan dan kemunduran dalam suatu ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, memilih metode yang tepat adalah penting dalam mempelajari suatu ilmu pengetahuan, termasuk dalam kajian keislaman. 

Sebuah metode ilmiah ialah suatu aturan yang wajib diikuti oleh para pneliti dalam menjalan kan sebuah pengkajian  terhadap suatu permasalahan yang harus ia kaji lebihn dalam. Sementara itu, metodologi penelitian dalam studi Islam ialah  suatu cabang keilmuan yang membahas tentang cara dan metode yang akan diperuntukan secara sistematis dalam meneliti, dan mempelajari ajaran dan pengetahuan dari sumber yang terpercaya. Di dalam Al-Qur’an, suatu ajaran ilmu pengetahuan akan didapatkan melalui wahyu, rasionalisme yang dilandasi akan pertimbangan dari beberapa bukti. Bukti yang didapatkan atas sebuah eksperimen, dan bukti sejarah.[6]

Islam

Kata Islam pada agama ini diberikan oleh Allah SWT. Dia menyatakan bahwa hanyalah agama Islam sajalah yang Dia ridhoi-Nya serta barang siapa yang meyakini agama selain Islam maka ia akan mendapatkan kerugian di akhirat kelak. Islam juga merupakan agama yang telah sempurna sebagai sebuah ajaran dari-Nya dan tidak lagi membutuhkan lagi ajaran selain dari ajaran Islam.[7]

Al-Islam secara etimologi berarti tunduk. Islam berasal dari kata  salima yang berarti selamat. Dari kata tersebut, terbentuk kata aslama yang berarti berserah diri, tunduk, ataupun patuh.[8]

Berdasarkan terminologis (maknawi atau istilah) dapat dikatakan bahwa Islam ialah agama wahyu yang intinya tauhid atau keesaan Tuhan yang diturunkan oleh Allah SWT. Kepada manusia melalui Nabi Muhammad SAW Sebagai utusannya yang terakhir dan berlaku untuk seluruh umat manusia, dimanpun dan kapanpun, yang ajarannya meliputi seluruh aspek kehidupan manusia.

Makna-makna Islam secara bahasa antara lain: Al Istislam (berserah diri), As Salamah (suci bersih), As Salamah (selamat dan sejahtera), As Silmu (perdamaian), dan Sullam (bertahap).

Ada dua katagori hal yang dapat digunakanuntuk memahami makna dari kata Islam diantaranya:

Secara etimologis (kebahasaan), kata Islam berasal dari kata aslama, yuslimu  dan islaman (bahasa Arab) yang masing-masing dari mereka memiliki makna:

Aslama bermakna melepaskan diri dari segala bentuk penyakit baik penyakit lahiriah serta penyakit batiniah.

Yuslimu  bermakna kedamaian, keamanan, serta ketentraman.

Islaman memiliki makna meminta permohonan agar selamt dunia maupun akhirat dan memohon kesentosaan.

Kata Islam juga berasal dari kata salima yang berarti selamat,sentosa, aman, aman, dan kedamaian.
Manusia yang memiliki sifat sifat diatas disebut seorang muslim, atau juga bisa diartikan bahwa muslim ini adalah sebutan untuk mereka mereka yang beriman dan memeluk agama Islam.

Secara etimologis (istilah) Islam memiliki makna yang dekat dengan din yang menguasai,  patuh dan menundukan. Dengan demikian,arti dari Islam maupun din adalah membawa peraturan yang harus dipatuhi, dan mengusai manusia untuk senantiasa tunduk kepada Allah SWT. Dan menjalankan segala yang telah di syariatkan.[9]

Dalam kehidupan masyarka, memang tidak terlepas dari suatu nilai keluhuran yang biasa disebut dengan agama. Hal ini dikarenakan agama merupakan pedoman kehidupan yang mengajarkan akan nilai nilai hidup yang memang diyakini oleh para penganutnya. Menurut KBBI, Agama adalah suatu sistem yang mengatur tata ktaqwaan dan penyembahan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan taat akan tata aturan yang tentang hubungan antara manusia dengan manusia yang ada di lingkungan disekitarnya.[10]


  • Studi Islam


Secara sederhana, Studi Islam adalah suatu hal yang mengacu pada pembelajaran tentang agama islam.Studi dapat diartikan sebagai pengkajian terhadap agama islam melalui beragam pendekatan keilmuan. 

Studi Islam di lihat dari segi etimologis merupakan terjemahan dari bahasa Arab Dirasah Islamiyah. Sedangkan di Barat dikenal dengan istilah Islamic Studies. Maka secara harfiah studi Islam adalah kajian tentang hal-hal yang berkaitan dengan Islam. Istilah studi Islam itu sendiri adalah meliputi pengkajian tentang Al Quran, Al Hadis, figh, pendidikan, dan tasawuf. Studi Islam diarahkan pada kajian keislaman yang mengarah pada tiga hal yaitu: Islam yang mengarah pada ketundukan dan berserah diri, Islam dapat dimaknai yang mengarah pada keselamatan dunia dan akhirat, serta Islam bermuara pada kedamaian.

Studi Islam bertujuan untuk mempelajari memahami dan mendalami serta membahas ajaran-ajaran  Islam agar kita dapat melaksanakan dan mengamalkannya dengan benar. 

Studi Islam mempunyai kedudukan paling tinggi dan paling utama, karena pendidikan ini menjamin untuk memperbaiki akhlak mereka dan mengangkat kita ke derajat yang tinggi, serta berbahagia dalam hidup dan kehidupannya.

Pada umumnya studi Islam tidak bisa disangkal keberadaanya, akan tetapi ahli ahli ilmu pengetahuan berfikir bahwa studi Islam tidak dapat termasuk dalam cabang ilmu pengetahuan, karena dilihat dari bidang karakteristiknya berbeda. Sebagai contoh dalam ilmu pengetahuan manusia berawal dari kera, sementara itu pada studi Islam manusia berawal dari Nabi Adam AS.[11]

 Ruang Lingkup Metodologi Studi Islam

Adapun ruang  lingkup metodologi studi islam terbagimenjadi beberapa bagian, dan bagian-bagian tersebut dapat kalian lihat di bawah ini:

1.islam sebagai doktrin

Islam sebagai doktrin dari Allah SWT. Yang sebenarnya bagi para pemeluknya sudah final dan diterima apa adanya. Sisi doktrin merupakan suatu keyakinan atas sebuah kebenaran Baca selengkapnya>>
2.islam sebagai gejala budaya

Kebudayaan atau budaya berasal dari kata budaya. Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan,dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan bersifat abstrak baca selengkapnya>>
 
3.islam sebagai interaksi sosial

Dalam kehidupan bermasyarakat, tidak akan pernah terlepas dari nilai nilai luhur yang biasa disebut dengan istilah Agama. Karena Agama merupakan pedoman hidup, yang mengajarkan manusia akan nilai kehidupan yang diyakini oleh setiap umat pemeluknya. Oleh karena Islam merupakan agama yang diyakini oleh sebagian besar masyarakat di Indonsia, maka Islam telah menjadi sebuah agama mayoritas di Indonesia baca selengkapnya>>

Kesimpulan


Islam adalah agama yang ajarannya diwahyukan oleh Allah SWT. Kepada manusia melalui Nabi Muhammad SAW. Sumber ajarannya meliputi berbagai sumber kahidupan manusia.Islam merupakan agama yang terakhir dan sebagai penutup semua agama yang telah ada. Untuk mengetahui Islam lebih mendalam maka muncullah ilmu yang dinamakan Studi Islam. Secara sederhana, Studi Islam adalah suatu hal yang mengacu pada pembelajaran tentang agama islam.[1] Untuk memahami dan memperdalam tentang ajaran Islam kita perlu mempelajari ilmu Metodologi Sudi Islam.
Ruang lingkup Metodologi Studi Islam yaitu meliputi, pertama, Islam sebagai doktrin dari Tuhan yang sebenarnya bagi para pemeluknya sudah final dalam arti absolute, dan diterima apa adanya.Kedua, Islam sebagai gejala budaya. Ketiga, Islam sebagai bentuk interaksi sosial masyarakat.
Di Indonesia Islam adalah agama yang menjadi agama mayoritasyang diyakini oleh kebanyakan masyarakat. Oleh sebab itu keberadaanya bisa sangat menentukan bagaimana kedepannya Indonesia dimasa depan. Apabila negeri ini mengalami kemajuan maka hal ini menunjukan kemajuan dari agama Islam itu sendiri. Namun apabila negeri ini mengalami kemunduran maka hal itu pula yang akan menunjukan wajah umat Islam di Indonesia saat itu. Karena itu “di pundak merekalah tanggung jawab kemajuan bangsa ini”.



[1] “ISU-ISU GENDER DALAM BINGKAI METODOLOGI STUDI ISLAM.”
 



[1] Fitriyani, “ISLAM DAN KEBUDAYAAN” 12, no. 1 (Juni 2012).
[2] RUSLI, “ISU-ISU GENDER DALAM BINGKAI METODOLOGI STUDI ISLAM,” Musawa 14, no. 1 (23 Juni 2012).
[3] Zainal Abidin, “ISLAMIC STUDIES DALAM KONTEKS GLOBAL DAN PERKEMBANGANYA DI INDONESIA” 20, no. 01 (2015): 16.
[4] Nurjannah Rianie, “PENDEKATAN DAN METODE PENDIDIKAN ISLAM,” t.t., 13.
[5] Ahmad Zarkasi, “METODOLOGI STUDI AGAMA-AGAMA,” Al-AdYa XI, no. 1 (Juni 2016).
[6] Duski Ibrahim, “Metodologi Penelitian dalam Kajian Islam (Suatu Upaya Iktisyaf Metode-Metode Muslim Klasik)” 20, no. 2 (2014): 20.
[7] Misbahuddin Jamal, “KONSEP AL-ISLAM DALAM AL-QUR’AN,” t.t., 28.
[8] Jamal.
[9] Zain Abidin, “ISLAM INKLUSIF: TELAAH ATAS DOKTRIN DAN SEJARAH,” t.t., 19.
[10] Jl Marsda Adi Sucipto, “Social Interaction in Muslim Diversity of Giri Asih Community, Gunung Kidul Yogyakarta” 29, no. 2 (2014): 11.
[11] “ISLAM DAN KEBUDAYAAN.”
Share This Article :
Candra fitriyanto

saya adalah mahasiswa tadris matematika IAIN Metro Lampung

5606159572399492275

Subscribe