MGBdMqV8LGF6NqN4LGJ4NqR6MCMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE103

3 Objek Ruang Lingkup Metodologi Studi Islam

Ruang Lingkup Metodologi Studi Islam

Islam adalah agama yang ajarannya diwahyukan oleh Allah SWT. Kepada manusia melalui Nabi Muhammad SAW. Sumber ajarannya meliputi berbagai sumber kehidupan manusia. Islam merupakan agama yang terakhir dan sebagai penutup semua agama yang telah ada. Islam kerap digunakan untuk kajian budaya dikalangan masyarakat non muslim. Terkadang dalam memantau Islam kerap kali terjadi pendapat yang berbeda dalam menerangkan apa itu Islam. Apabila dilihat dari segi normatif, Islam ialah agama yang mengajarkan ajaran Allah SWT. Yang berhubungan dengan akidah serta mu’amalah. Semntara itu apabila dilihat dari segi historis, didalam Islam terdapat unsur sejarah serta unsur kebudayaan yang terdapat dalam masyarakat.

3 Objek Ruang Lingkup Metodologi Studi Islam

Ruang lingkup metodologi studi Islam ialah membahas tentang luasnya cakupan dari Metodologi Studi Islam. Islam sebagai objek studi dapat dilihat dari tiga sisi diantaranya:

1.Islam Sebagai Doktrin


Islam sebagai doktrin dari Allah SWT. Yang sebenarnya bagi para pemeluknya sudah final dan diterima apa adanya. Sisi doktrin merupakan suatu keyakinan atas sebuah kebenaran. Doktrin berasaldari bahasa inggris doctrine yang berarti ajaran atau norma yang diturunkan Allah SWT. Ataupun juga bisa dibilang doktrin adalah pemikiran mendalam dan filosofisyang diyakini mengandung kebenaran.

2. Islam Sebagai Gejala Budaya

Kebudayaan atau budaya berasal dari kata budaya. Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan,dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan bersifat abstrak.

Pada hakikatnya kebudayaan hanya dimiliki oleh manusia. Dengan adanya kebudayaan, manusia akan menciptakan suatu pola pikir, pengetahuan, dan norma yang lebih maju dari sebelumnya. Dengan demikian, kebudayaan merupakan suatu rekayasa manusia yang menciptakan suatu tingkah laku dan gerak.

Islam lahir bukan dari kebudayaan melainkan dari Allah SWT. Dan kebudayaan yang lahir dari Islam disebut kebudayaan Islam. Sehingga hasil dari kebudayaan Islam adalah terlahirnya tatanan masyarakat yang baik, menjunjung tinggi ilmu pengetahuan, dan dapat berkembang pesat, sehingga dapat menghapus kebodohan .

3. Islam Sebagai Interaksi Sosial

Dalam kehidupan bermasyarakat, tidak akan pernah terlepas dari nilai nilai luhur yang biasa disebut dengan istilah Agama. Karena Agama merupakan pedoman hidup, yang mengajarkan manusia akan nilai kehidupan yang diyakini oleh setiap umat pemeluknya. Oleh karena Islam merupakan agama yang diyakini oleh sebagian besar masyarakat di Indonsia, maka Islam telah menjadi sebuah agama mayoritas di Indonesia.

Dalam catatan sejarah Islam, berbagai berbagai aliran mulai bermunculan setelah wafatnya Nabi Muhammad Saw. Hal ini dikarenakan banyak umat Islam yang memiliki pandangan yang berbeda dalam menginterprestasikan Islam dengan mendirikan lembaga atau organisasi yang digunakan sebagai penampung wadah-wadah keyakinan.

Di Indonesia juga terdapat beraganm aliran atau organisasi sosial keagamaan. Dan masing-masing mereka telah berkembang ditengah-tengah masyarakat dan telah memiliki pengikut tersendiri.

Akan tetapi meskipun terdapat banyak perbedaan dalam keyakinan beragama, kehidupan yang dijalani masyarakat berjalan dengan damai dan harmonis. Dalam hal ini keharmonisan dapat terwujud dengan terwujudnya masyarakat yang memiliki kesadaran akan adanya keberagaman dalam setiap aspek kehidupan.


Share This Article :
5606159572399492275