MGBdMqV8LGF6NqN4LGJ4NqR6MCMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE103

Ruang Lingkup Islam Sebagai Doktrin



Islam Sebagai Doktrin


Islam sebagai doktrin dari Allah SWT. Yang sebenarnya bagi para pemeluknya sudah final dan diterima apa adanya. Sisi doktrin merupakan suatu keyakinan atas sebuah kebenaran. 

Doktrin berasaldari bahasa inggris doctrine yang berarti ajaran atau norma yang diturunkan Allah SWT. Ataupun juga bisa dibilang doktrin adalah pemikiran mendalam dan filosofisyang diyakini mengandung kebenaran.

Suatu agama adalah sebuah lambang dari kenyataan bahwa ia berasal dari Yang Mutlak, lambang dari wujudnya sendiri sebagai suatu cara hidup yang menyeluruh. 

Sebagai mana diketahui dalam al-Qur’an mengajarkan sebuah prinsip bahwa semua makhluk dilahirkan dalam keadaan fitrah, begitu pun dengan keyakinan agama. Fitrah adalah sesuatu yang melekat pada diri manusia yang terbawa dari sejak kelahirannya. Dalam kajian Islam fitrah tersebut adalah berserah diri, tunduk, taat, dan patuh. Sikap tersebut bukan hanya merupakan ajaran Allah kepada hamba hamba-Nya, namun juga diajarkan oleh-Nya dengan dihubungkan kepada kehidupan manusia itu sendiri.

Iman kepada Allah SWT. Adalah doktrin utama dalam Islam yang tidak bisa diganggu gugat dan tidak dapat ditawar-tawar lagi.[1]

Manusia diciptakan oleh Allah SWT. Tidak bisa terlepas dari agama. Allah SWT. Menciptakan seperti itu dikarenakan agama adalah kebutuhan hidup manusia. Karena prinsip inilah setiap manusia dijuluki sebagai  homo religious.[2]

 Dua unsur iman yaitu keyakinan dalam hati, dan pengucapan dengan lisan, dan disempurnakan dengan unsur yang ketiga yaitu perbuatan.

Karena keyakinan agama merupakan hasil pencarian dari dan perenungan setiap individu, Islam tidak membenarkan setiap gagasan atau tindakan yng mengarah pada paksaan suatu keyakinan atau kepercayaan.

Islam mengakui hak hidup agama lain dan membenarkan pemeluk agama lain untuk menjalankan ajaran agama lain.

Aktivitas umat beragama harus ada dalam kategori  penyerahan diri mereka hanya kepada Allah SWT. Dan amal soleh. Hal ini berarti bahwa para pemeluk Agama Islam di tantang agar senantiasa berlomba-lomba berbuat kebaikan dalam bentuk yang nyata, yang dipelopori penyerahan diri mereka hanya kepada Allah SWT.

Islam juga mengajarkan kepada umat muslim untuk para Nabi dan Rasul. Tidak hanya kepada Muhammad SAW tetapi juga kepada yang lainnya sejak yang pertama hingga akhir. Keimanan secara global ini mengajarkan bersikap netral terhadap segala kemungkinan yang terjadi seperti penyelewengan atas suatu ajaran agama sehingga terjadi perbedaan akan pemahaman dari satu sama lainnya,terutama pada hal-hal yang bukan prinsip. 
 
Menurut Nurcholish Madjid, hanif  ialah perilaku alamiah yang dimiliki manusia yang akan selalu memilih pada suatu kebenaran, hal ini merupakan hasil dari fitrah  manusia yang mmang suci serta bersih. Arti yang seperti ini sejajar dngan pemaknaan Rabbaniyah  yang terdiri atas sikap pribadi yang secara sungguh sungguh mengerti adanya Tuhan dan berusaha menaati segala perintah-Nya. Olh sebab itulah, Nabi dan Rasul selalu membawa pesan moral yang bertujuan membentuk suatu sikap masyarakat yang baik secara lahiriah dan batiniah.[3]


[1] Abidin, “ISLAM INKLUSIF: TELAAH ATAS DOKTRIN DAN SEJARAH.”
[2] Abidin.
[3] Abidin.
Share This Article :
Candra fitriyanto

Pemuda dari desa yang ingin menjadi pebisnis, yang saat ini masi bekuliah di IAIN Metro Lampung Tandris Matematika (alamat: Mujirahayu kecamatan; seputih agung Kab: lam-teng)

5606159572399492275