MGBdMqV8LGF6NqN4LGJ4NqR6MCMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE103

Rang lingkup Islam Sebagai Interaksi Sosial



Islam Sebagai Interaksi Sosial


Dalam kehidupan bermasyarakat, tidak akan pernah terlepas dari nilai nilai luhur yang biasa disebut dengan istilah Agama. Karena Agama merupakan pedoman hidup, yang mengajarkan manusia akan nilai kehidupan yang diyakini oleh setiap umat pemeluknya. Oleh karena Islam merupakan agama yang diyakini oleh sebagian besar masyarakat di Indonsia, maka Islam telah menjadi sebuah agama mayoritas di Indonesia.

Dalam catatan sejarah Islam, berbagai berbagai aliran mulai bermunculan setelah wafatnya Nabi Muhammad Saw. Hal ini dikarenakan banyak umat Islam yang memiliki pandangan yang berbeda dalam menginterprestasikan Islam dengan mendirikan lembaga atau organisasi yang digunakan sebagai penampung wadah-wadah keyakinan.

Di Indonesia juga terdapat beraganm aliran atau organisasi sosial keagamaan. Dan masing-masing mereka telah berkembang ditengah-tengah masyarakat dan telah memiliki pengikut tersendiri.

Akan tetapi meskipun terdapat banyak perbedaan dalam keyakinan beragama, kehidupan yang dijalani masyarakat berjalan dengan damai dan harmonis. Dalam hal ini keharmonisan dapat terwujud dengan terwujudnya masyarakat yang memiliki kesadaran akan adanya keberagaman dalam setiap aspek kehidupan.[1]

Adapun hal yang dapat menunjang terwujudnya kehidupan yang harmonis ialah didalam diri setiap individu tertanamkan sikap ataupun rasa toleransi terhadap sesama umat manusia.

Dalam kehidupan bermasyarakat, interaksi sosial merupakan hal yang nyata. Hal ini karena semua tidak terlepas dari hakikat manusia sebagai makhluk sosial, yang pada kenyataannya harus saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya, ataupun kelompok yang satu dengan yang lainnya.Adanya interaksi pada individu menunjukan adanya perubahan pada individu tersebut yang dinamis.

Terwujudnya suatu interaksi sosial tidak terlepas dari dua syarat terjadinya interaksi yaitu     
kontak sosial dan komunikasi.

Kontak sosial adalah hubungan antar manusia ataupun kelompok yang terjadi tanpa harus bersentuhan. Dalam kontak sosial terdapat hubungan yang akan saling mempengaruhi satu sama lain yang pada akhirnya akan membentuk suatu pola interaksi sosial.Kontak sosial yang terjadi ditengah masyarakan dapat berupa kontak sosial primer dan kontak langsung sekunder.

Kontak langsung primer adalah kontak langsung yang terjadi individu atau kelompok berhubungan tanpa perantara atau bertemu secara langsung. 

Sedangkan kontak langsung sekundr adalah kontak langsung yang terjadi apabila individu atau kelompok berhubungan dengan melalui perantara.

Syarat yang kedua terjadinya sebuah kontak sosial adalah adanya komunikasi, karena kontak sosial tidak akan memiliki makna tanpa adanya komunikasi.Komunikasi adalah  suatu proses penyampain informasi atau pesan kepada penerima pesan atau informasi. Inti dari proses komunikasi adalah informasi atau pesan yang disampaikan  kepada penerima pesan atau informasi melalui media yang dugunakan . Dalam proses komunikasi akan terjadi berbagai penafsiran atau tingkah laku penerima pesan atau informasi, dalam proses menyampaikan dan menerima pesan atau informasi yang merupakan timbal balikdalam suatu proses interaksi.[2]
Baca juga:
  • islam sebagai gejala budaya
  • Islam sebagai doktrin

[1] Sucipto, “Social Interaction in Muslim Diversity of Giri Asih Community, Gunung Kidul Yogyakarta.”
[2] Sucipto.
Share This Article :
Candra fitriyanto

saya adalah mahasiswa tadris matematika IAIN Metro Lampung

5606159572399492275

Subscribe