MGBdMqV8LGF6NqN4LGJ4NqR6MCMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE103

Pengetian metodologi studi islam



Pengertian Metodologi Studi Islam


Kata metodologi studi islam merupakan gabungan dari tiga kata, diantaranya yaitu metodelogi, studi (pendidikan) dan islam. Istilah metode (method) di sini mengandung arti tentang suatu prosedur atau rencana sistematis yang digunakan untuk sebuah tindakan.[1] Tindakan yang diberikan guru oleh muridnya, berencana mengarahkan muridnya menuju yang diinginkan atau yang dicita-citakan. Metodologi berasal dari kata “Metode”  metode ini berasal dari bahasa Yunani yang artinya meta, medos, dan logos. Meta artinya menuju, melalui dan mengikuti. Sedangkan metodos yaitu jalan atau cara. Jadi dapat disimpulkan bahwa metodos adalah jalan atau cara yang kita tempuh untuk menuju atau mencapai sesuatu yang kita inginkan. Dan kata logos dapat diartikan “studi tentang”  dan “teori tantang”. Metodologi menurut pandangan islam yaitu  istilah yang digunakan ketika seseorang telah menetapkan metode dan mengunakanya untuk kepentingan keislaman, atau ketika seseorang ingin membahas metode yang biasa digunakan untuk pendidikan islam. Metode dibagi menjadi beberapa metedode adalah sebagai berikut:


  1. Metode historis yaitu metode yang mempelajari asal usul agama dan pertumbuhan agama dan lembaga agama dalam setiap kurun waktu (periode) perkembangan sejarah. 
  2. Metode sosiologis yaitu metode yang mempelajari pengaruh kehidupan masyarakat dan perubahan-perubahan pengalaman agama, pengaruh masyarakat terhadap agama, pengaruh agama terhadap perubahan sosial; pengalaman agama dalam organisasi-organisasi. 
  3. Metode psikologis; dibahas masalah aspek batin/kejiwaan dari pengalaman individu maupun kelompok yaitu interrelation dan interaction dari setiap individu maupun kelompok terhadap agamanya dan agama lain. 
  4. Metode anthropologis, yaitu metode yang memandang agama dari sudut budaya seseorang. 
  5. Pendekatan fenomenologis yaitu  lebih cenderung kepada penngalaman agama orang lain.[2]


Jadi dapat disimpulkan bahwa metode yaitu cara atau jalan yang kita tempuh untuk meraih atau mengapai cita-cita yang diinginkan. Metode dibagi menjadi lima yaitu metode historis, metode sosiologis, metode psikologis, metode anthropologis, dan pendekatan fenomenologis. Pendidikan pendidikan yaitu bimbingan pengajaran yang diberikan kepada anak, pendidikan bertujuan untuk membeikan ilmu, pengarahan kepada anak didiknya. Pengembangan aktivitas pendidikan Islam di Indonesia pada awalnya sudah diadakan sejak sebelum Indonesia merdeka hingga sekarang dan hingga yang akan datang.

Dalam sejarahnya, sejak pada awal kemerdekaan negara republik  Indonesia sudah menyerahkan perhatian dan pernyataan yang relatif tinggi terhadap sumbangan besar pendidikan Islam dalam upaya memberikan pengajaran dan menjadikan cerdas kehidupan bangsa. Pendidikan bukan hanya anak-anak saja yang mendapatkanya, akan tetapi orang tuapun bisa mendapatkanya. Pendidikan berlangsung sepanjang hayat dan ilmu pendidikan tidak hanya dicari di tempat itu-itu saja akan tetapi ilmu pendidikan bisa dicari di mana saja berada. Karena pada dasarnya, apapun yang kita lakukan di sisi kehidupan adalah sebuah ilmu. Baik yang dapat kita sadari sendiri ataupun ilmu yang kita dapat dari orang lain. Bahkan bisa jadi, kita mendapatkan suatu ilmu yang awal masanya didapat dari kesalahan diri sendiri maupun didapat dari kritikan orang-orang di sekitar kita. Begitulah seharusnya kita dapat menempatkan ilmu yang telah didapat itu dengan menyinkronkan ilmu tersebut beriringan dengan syariat islam melalui studi islam ini.

Istilah studi islam di dunia barat biasa disebut islamic studi dan di dalam dunia islam dikenal dengan Dirasah Islamiah. Studi ilmu agama dalam dunia barat (baca studi islam (agama)). Kata tersebut tidak dibantah ataupun dikritik, akan tetapi para ahli masih berdebat tentang istilah tersebut, apakah studi islam bisa dimasukkan kedalam ilmu pengetahuan, dan metode yang dipakai dalam penyampaian metode studi islam ini yaitu dengan cara mendegarkan ceramah. Islam juga merupakan pengetahuan yang dijelaskan dalam ajaran islam, yang dilakukan dalam sejarah dan kehidupan sehari-hari.

Islam yaitu pendidikan yang mengajarkan umat manusia agar memiliki ahlak yang baik, supaya patuh, tanduk dan taat kepada perintah Allah SWT, dan menjauhi segala laranganya. Pendidikan islam adalah pendidikan yang dipahami dan dikembangkan serta disusun berdasarkan nilai-nilai yang terkandung dan bersumber pada Al-quran dan Hadist.[3] Studi islam merupakan pendidikan yang dikembangkan dari nabi Muhammad SAW, sahabat-sahabatnya, dai, dan kiyai, dan guru, dosen dan orang-orang yang sudah mengetahui atau menguasai ilmu pendidikan secara mendalam. Berdasarkan Al-quran dan Hadist, di sekolahan pendidikan islam ini disebut dengan Pendidikan Agama Islam (PAI), di dalam sekolahan guru ikut serta dalam mengembangan pendidikan islam ini, pendidikan islam ini mengajarkan anak didiknya supaya mengetahui dan membedakan mana perbuatan yang baik dan perbuatan yang buruk.

Al-quran merupakan wahyu Allah. Al-qur’an merupakan kitab yang dibaca oleh umat manusia, yang diturunkan melalui Nabi Muhammad SAW, untuk menjadi pedoman atau petunjuk bagi seluruh umat manusia supaya umat manusia berjalan sesuai dengan aturan didalam Al-quran dan tidak berjalan kearah yang salah. Orang yang berjalan sesuai yang didalam Al-quran maka maka manusia akan mencapai kehidupan bahagia dunia dan ahirat.

Sedangkan Hadist merupakan perbuatan, percakapan, serta persetujuan Nabi Muhammad SAW, apabila manusia ingin memutuskan sesuatu maka harus berdasarkan Al-quran dan apabila di dalam Al-quran tidak ada penjelasan tentang masalah tersebut maka ambilah dari Hadist. Munculnya istilah pendidikan islam di dunia barat disebut dengan istilah islamic studies, dalam dunia Islam dikenal dengan Dirasah Islamiyah. Pendidikan islam bisa didapatkan melelalui mendengarkan ceramah, membaca buku, dari orang tua, dan para ulama.

Pendidikan islam berpatokan pada akidah dan muamalah. Muamalah dibagi menjadi dua yaitu pendidikan (hablum minallah) dan (hablum min-annas). Hablum minallah yaitu pendidikan yang berasal dari Allah sedangkan hablum min an-nas yaitu berdasarkan manusia, maksudnya pendidikan yang berasal dari manusia, yang disampaikan oleh manusia, diajarkan oleh manusia.

Adapun pengertian akidah yaitu iman dan keyakinan. Karena keyakinan atau kepercayaan merupakan pusat dan tujuan dari segala perbuatan, keyakinan seseorang itu penting kalau manusia tidak mempunyai keyakinan terhadap Tuhannya dan bagaimana bisa ia menyembah. Aqidah islam yaitu kepercayaan yang dianut orang islam. Keyakinan dan kepercayaan umat islam yaitu diantaranya: yakin bahwa Tuhan hanya satu yaitu Allah SWT, yakin bahwa kitap suci umat islam adalah Al-quran, yakin bahwa Nabi Muhammad SAW ialah utusan Allah, yakin adanya alam gaib, yakin kepada hari akhir, dan yakin kepada qodo dan qodar, dan banyak keyakinan yang lain-lain. Itu semua merupakan aqidah yang diyakini di dalam hati seseorang. Jika umat manusia mempunyai aqidah di dalam hati maka akan mendatangkan jiwa ketentraman didalam hati umat manusia tersebut, maka seseorang tidak akan tergoyah imanya.

 Orang yang beriman yaitu orang yang menaati segala perintah yang Allah berikan dan menjauhi segala larangan yang Allah pantangkan. Iman merupakan fondasi keteguhan bagi seluruh umat muslim, supaya umat muslim tidak terbawa oleh arus gelombang, supaya menjadi umat muslim yang kokoh dan tidak tergoyahkan.

Muamalah dibagi menjadi dua diantaranya: muamalah berhubungan baik atau komunikasi dengan Allah yang biasa disebut dengan hablu minallah dan berhubungan baik atau komunikasi dengan sesama manusia atau biasa disebut dengan hablu minannas. Komunikasi dengan Allah bisa dilakukan dengan sholat, membayar zakat, shodakoh, infaq dan lain-lain, sedangkan berhubungan degan manusia diantaranya yaitu bersiaturahmi dengan kerabat, sanak saudara, sahabat, tetangga dan masyarakat, jual beli dan kegiatan masyarakat lainya.

Adapun pengertian studi islam menurut para tokoh adalah sebagai berikut:


  1. Endang Saifudin Anshori menyatakan bahwa pendidikan adalah proses bimbingan, pimpian, tuntunan, perkembangan pikiran, perasaan, dengan cara menasehatimengarahkan anak didiknya, bertujuan agar terciptanya pribadi yang baik, dengan pengembangan jiwa berdasarkan alqur’an dan hadist.[4] 
  2. Zakiyah Darajat mengatakan bahwa studi islam adalah bimbingan yang diberikan kepada anak dan mengasuh anak didiknya, agar selalu, memahami ajaran-ajaran agama islam, secara mendalam lalu meresapi tujuan dan pada akhirnya anak tersebut dapat mengenalkan daan menjadikan agama islam sebagai agama tujuan hidupnya. 
  3. Rayar Yusuf berpendapat bahwa studi islam yaitu pendidikan yang disampaikan orang tua atau pengalihan pengalaman, pengetahuan dan keterampilan yang diberikan kepada generasi muda agar generasi muda menjadi generasi yang baik dan bertakwa kepada Allah SWT.[5]


Jadi dapat disimpulkan dari beberapa pendapat para tokoh pendidikan adalah proses bimbingan yang disajikan dan diperlakukan kepada anak-anak didik berdasarkan Al-quran dan hadist, supaya membentuk ahlak dan prilaku yang baik menurut syariat islam, dan tanduk patuh kepada ajaran islam terutama kepada Allah SWT. Jadi pendidikan agama islam itu penting terutama pada anak-anak untuk pembekalan hidupnya dimasa yang akan  datang, supaya tidak terpengaruh perkembangan zaman, era-globalisasi dan supaya imanya tidak tergoyah. Fungsi tuntunan agama sebagai pembenteng moral atau akhlak masyarakat yang berperilaku mulia inilah yang harus senantiasa dan dipelihara dengan baik sehingga perilaku warga masyarakat tetap dalam koridor moralitas dan iman yang benar.[6] Pendidikan islam merupakan pendidikan yang membentuk karakter dan moral anak, orang tua, lingkunagan pendidikan dan masyarakat ikut serta dalam pembentukan karakter dan moral anak. Maka dari itu anak harus dididik dengan pendidikan islam, lingkungan yang baik bisa menimbulkan faktor positif sehingga manjadikan moral anak yang baik.

Islam, penyempurna agama yang seluruh isi ajarannya diturunkan Tuhan kepada Rosul.[7] Islam ialah suatu ajaran tata peradaban yang berisikan ajaran-ajaran dan firman-firman Allah swt dan diwahyukan-Nya kepada seluruh umat manusia tanpa terkecuali lewat pesan Allah berupa tokoh hebat yakni Rashulullah SAW sebagai satu-satunya manusia terbaik yang pernah hidup di muka bumi ini. Islam datang bersama Rashulullah ialah tak lain sebagai tanda bahwa kebenaran dan kesempurnaan akhlak telah datang dan sebagai tanda pula bahwa kehidupan di dunia ini akan terselesaikan dan mendapati kehidupan yang baru. Muhammad adalah nabi yang terakhir, Nabi yang dianut oleh seluruh umat muslim, sesuatu yang dikerjakan dan dicontohkan Nabi Muhammad hendaknya diikuti dan dilaksanakan oleh seluruh umat manusia, itu yang disebut dengan sunah rosul, siapa yang melaksanakan sunah rosul maka akan mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Islam memiliki dua pengertian yang pertama menurut bahasa  dan  dari segi misi ajaranya. Menurut bahasa, islam sebenarnya bermula dari bahasa arab yaitu salama yang mempunyai arti selamat, sentosa, dan damai. Yang dari kesemuanya itu artinya juga menyerahkan diri, patuh, tunduk, dan taat. Kata aslama adalah kata penting dalam ajaran islam dan mengandung semua arti dalan pengertian pokoknya. Oleh karena itu manusia diajarkan supaya  patuh tanduk dan taat kepada Allah SWT dan manusia diajarkan pula untuk selalu mencintai kedamaian supaya hidupnyaselamat dan sentosa. Orang yang melaksanakan itu semua maka hidupnya akan dijamin keselamatanya didunia maupun diahirat.

Islam menurut istilah yaitu suatu agama yang berasal dari Allah. Agama yang diwahyukan Allah dan nabi Muhammad yang menyebarkan agama islam, memberikan penjelasan, keterangan dan mencontohkan atau memperaktekkan yang disebut dengan sunah rosul,  islam dari segi misi ajaranya,  yaitu islam adalah agama sepanjang sejarah manusia, dari nabi, rosul, dan sahabat-sahabatnya. Ketaatan kepada Allah dan rosul-Nya mengandung mengandung arti ketaatan kepada Al-quran dan Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad ditugaskan oleh Allah SWT, untuk membangun akhlak mulia, meningkatkan derajat manusia dari kehinaan, akhlak menurut islam sangat penting karena akhlak merupakan hubungan sesama manusia dan hubungan dengan Allah, karena akhlak manusia yang membedakan manusia yang satu dengan manusia lain, Allah melihat dan membedakan derajatnya dengan akhlak yang baik (mulia).

Islam memiliki dua pedoman atan petunjuk yaitu Al-quran dan hadist. Jika seseorang mematuhi dua pedoman tersebut InSyaa Allah hidupnya akan selamat dunia ahirat. Islam merupakan agama yang diridoi Allah , selain agama islam maka agama tersebut tidak diterima Allah, bumi dan seluruh isinya tunduk, dan patuh kepada Allah SWT.

Selain agama islam maka agama tersebut tidak akan diterima oleh Allah SWT, barang siapa yang berhianat kepada Allah SWT dan melaksaakan segala laranganya, menyembah selain Allah, maka Allah akan mengutuk, dan sesunguhnya orang itu telah berjalan kearah yang salah, manusia tersebut tidak mempunyai iman sama sekali sehingga ia terbawa arus gelombang kehidupan,dan ia akan mendapat azab Allah yang sangat pedih. Jika manusia bertaubat sunguh-sunguh maka dosanya akan diampuni.  Maka dapat disimpulkan bahwa agama islam merupakan agama yang diridhoi, diizini, dan diperkenani oleh Allah SWT. Agama yang diwahyukan oleh Allah SWT, dan islam mengajarkan seluruh umat manusia agar taat dan patuh kepada Allah SWT, supaya hidupnya selamat dan sentosa dunia ahirat.

Jadi  Meodelogi Studi Islam dapat disimpukan bahwa metodelogi studi islam adalah bimbingan tuntunan, pengetahuan yang diberikan kepada anak didik, dan memberikan bekal, cara atau jalan supaya anak didiknya bisa meraih atau mengapai cita-cita, atau meraih sesuatu yang dituju, dengan berdasarkan kepada ajaran agama islam atau syariat islam. Islam menyuruh semua lapisan umat manusia beribadah kepada Allah SWT. Yang dimaksud dengan ibadah yaitu taat,patuh, dan ibadah merupakan amalan-amalan didalam kehidupan manusia. Oleh karena itu, Allah swt mengadakan sosok manusia sebagai seorang makhluk hanya supaya mereka  menghamba hanya kepada-Nya.

   Islam mengajarkan kepada umat muslim supaya cinta kedamaian, cinta kebersihan, cinta sesama manusia maksudnya saling enghormati sesama manusia, tidak membedakan yang miskin sama yang kaya, takut kepada Allah, jika kita melakukan ibadah, contohnya sholat hendaklah karena Allah, jika kita mengingalkan sholat takutlah kepada Allah SWT, bukan takut karena dimarahin sesama manusia. Ibadah merupakan salah satu wujud iman manusia kepada sang pencipta (Allah). Hal itu tertera dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan nasional Nomor 20 tahun 2003.

Salah satu tokoh filosofis, Winnie mengamati bahwa istilah karakter mempunyai dua pemahaman. Pemahaman pertama, ia memperlihatkan tentang bagaimana cara seseorang berperilaku. Menurut Winnie, kalau seseorang melakukan suatu kegiatan yang menyatakan ketidakjujuran, perilaku kasar dan kejam, ataupu sikap rakus, maka tentulah seseorang tersebut telah memanifestasikan dirinya dengan perilaku yang buruk. Begitupun sebaliknya, apabila seseorang telah berperilaku kejujuran, suka tolong menolong, maka tentu saja orang tersebut juga telah memanifestasikan dirinya bersama dengan karakter yang mulia. Pemahaman kedua, ungkapan makna mengenai karakter ini sangat erat sekali kaitannya jika dihubungkan dengan personality, ataupun jika seseorang baru saja dapat disebut sebagai orang yang berkarakter apabila ia bertingkah laku sepadan dengan dalil-dalil moral.[8]

Pendidikan dalam arti luas merupakan proses pengembangan diri seseorang terdapat tiga aspek kehidupan, yaitu pandangan hidup, sikap hidup, dan keterampilan hidup. Pendidikan berperan dalam menyiapkan generasi muda untuk menjalankan kehidupan dan memenuhi tujuan hidupnya secara lebih efektif dan efisien, dan pendidikan berlangsung sepanjang hayat.[9] Jadi dapat disimpulkan bahwa pendidikan itu penting bagi seluruh manusia, apalagi pendidikan islam karena pendidikan merupakan salah satu pembentukan moral, watak, ahlak, dan perilaku, sedangkan metode yaitu jalan untuk mencapai atau meraih cita-cita yang diinginkan anak didikya, jadi mata kuliah metodelogi studi islam ini bertujuan untuk meberikan petunjuk bagi seluruh maha siswanya, agar mencapai sesuatu yang diinginkanya dengan berdasarkan syariat islam.



[1]Sulaiman Abu Hamid, “(ed),Islamization Of Knowledge, General And Work Plan,” t.t. Azhar Muhammad, “Metode Islamic Studies: Studi Komperatif Antara Islamization Of Knowledge Dan Scientification,” Mukaddimah 18, no. 26 (t.t.).(2009)
[2]Wardani, “Agenda Pengembangan Studi Islam Di Perguruan Tinggi,” Khazanah 13, no. 2 (2015).
[3]Susanto Edi, “Pendidikan Agama Islam: Antara Tekstualis Normatif Dengan Kontekstualis Historis,” Tadris 4, no. 2 (2009).
[4]Za Rabrani, “Islamic Studies Dalam Pendekatan Multidisipliner(Suatu Kajian Granual Menuju Paradigme Global),” Jurnal Ilmiah Peuradeun 2, no. 2 (2014).
[5]Kuswojo Pandi, “Ketentuan Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PAI Melalui Metode Kisah,” Jurnal Pendidikan Islam 1, no. 1 (2012).
[6]Amar Isrofil, “Studi Normatif Pendidikan Islam Multikultural,” Islamica 4, no. 2 (2010).
[7]Ruslin Ismah Tita, “Eksistensi Negara Dalam Islam,” Jurnal Politik Profetik 6, no. 2 (2015).
[8]Ainisyifa Hilda, “Pendidikan Karakter Dalam Perspektif Pendidikan Islam,” Jurnal Pedidikan Universitas Garut 8, no. 1 (2014).
[9]Adam Sumarlin, “Pendidikan Humas Perspektif Islam (Konsep Dan Implementasinya Dalam Proses Belajar Mengajar),” Jurnal Manajemen Pendidikan Islam 3, no. 1 (2015).
Share This Article :
Candra fitriyanto

Mahasiswa matematika namun lebih suka sastra.

5606159572399492275

Subscribe