MGBdMqV8LGF6NqN4LGJ4NqR6MCMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE103

Karakteristik Ajaran Islam



Karakteristik Ajaran Islam

Kita sudah mengenal Islam, tetapi bagaimanakah potret Islam yang kita kenal itu, dan memang sepertinya islam masih merupakan suatu permasalahan yang perlu disimpulkan lebih lanjut dalam arti runtunan perubahan tumbuh dan berkembangnya pengajaran ilmu islam dan umatnya, baik islam sebagai agama, maupun kaidah, serta sistem budaya dan peradaban. [1]

Pola pikir para ilmuan Muslim dengan memakai berbagai pendekatan kiranya dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk mengenal karakteristik ajaran Islam, tidak menguji dan memperselisihkannya antara satu dengan yang lainnya, akan tetapi lebih mencari bagian-bagian persamaannya untuk kemaslahatan pada umumnya, dan untuk kebutuhan studi Islam pada khususnya.

1  Dalam Bidang Agama
Dalam ciptaannya bertemakan Islam Doktrin dan Peradaban, Nurcholis Madjid banyak berbincang tentang karakteristik kaidah-kaidah Islam dalam bidang agama. Menurut pendapatnya, sebenarnya dalam bidang agama Islam menyatakan adanya pluralisme. Menurutnya, pluralisme adalah tata tertib Tuhan yang tidak akan beralih, sehingga tidak akan pula dilanggar atau diingkari. Karakteristik agama Islam dalam tujuan utama keagamaannya mempunyai sifat toleran, pemaaf, tidak mengekang kehendak dan sikap menghargai karena dalam pluralitas agama tersebut terdapat unsur kesamaan yaitu pengabdian kepada Tuhan.

2.   Dalam Bidang Ibadah
Karakteristik ajaran Islam berikutnya dapat diketahui melalui konsepsinya di dalam bidang ibadah. Secara harfiah, ibadah merupakan bukti baktinya manusia kepada Allah Swt, karena didorong dan dibangkitkan oleh akidah tauhid.

Visi Islam mengenai ibadah adalah sifat dan jiwa. Sedangkan misi ajaran Islam itu sendiri yang sejalan dengan tugas penciptaan manusia, sebagai makhluk yang hanya diperintahkan hanya untuk beribadah kepada-Nya.

3.Bidang Akidah
Di dalam Kitab Mu’jam al-Falsafi, karya Jamil Shaliba, ia memaknai akidah secara bahasa adalah merangkaikan ikatan dua sudut sehingga dapat bertemu dan bersambung terjalin secara kokoh. Ikatan tersebut berbeda dengan pengartian kata ribath yang dimaknai juga ikatan, tetapi ikatan yang mudah dilepas, karena akan mengandung unsur yang membahayakan.

4.Bidang Ilmu dan Kebudayaan
Karakteristik Islam dalam bidang ilmu dan kebudayaan bersifat terbuka, akomodatif, tetapi juga selektif. Islam adalah paradigma terbuka. Ia merupakan mata rantai peradaban dunia. Dalam Al-quran surah Al-alaq terdapat kata iqra’ yang diulang sebanyak dua kali. Kata tersebut menurut A.Baiquni, selain berarti membaca dalam arti biasa, juga berarti menelaah, mengobservasi, membandingkan, mengukur, mendiskripsikan, menganalisis dan penyimpulan secara induktif.

5.Bidang Pendidikan
Islam memaandang bahwa pendidikan adalah hak bagi setiap orang (education for all), laki-laki atau perempuan dan berlangsung sepanjang hayat (long life education). Pendidikan karakter sangat erat berkaitan dengan pendidikan bernuansa islam, bahwasannya kekayaan pendidikan islam dengan ajaran intinya tentang moral akan sangat menarik jika dijadikan konten dari kosep pendidikan karakter.[2]

6.Bidang Sosial
Ajaran Islam dalam bidang sosial ini tergolong yang paling menonjol karena semua bidang ajaran Islam pada akhirnya ditujukan kepada kesejahteraan manusia.

Menurut penelitian yang dilakukan Jalaluddin Rahmat, Islam ternyata agama yang mengutamakan urusan muamalah lebih dominan dari pada urusan ibadah. Islam ternyata banyak memfokuskan aspek kehidupan sosial dari pada aspek kehidupan ritual.

7.   Dalam Bidang Kehidupan Ekonomi
Karakteristik ajaran agama Islam selanjutnya dapat diperhatikan dari konsepsinya di  bidang kehidupan. Islam memandang bahwa kehidupan yang harus dilakukan manusia adalah hidup seimbang dan tidak terputuskan antara urusan dunia dan akhirat. Urusan dunia diusahakan dalam rangka mengejar kehidupan akhirat dan kehidupan akhirat dicapai dengan dunia. Dan orang yang baik ialah orang yang mendapat keduanya dengan seimbang, karena dunia ialah tangga menuju naik keakhirat, dan jangan dibalik, yakni akhirat dikorbankan demi urusan dunia.

8.Dalam Bidang Kesehatan
Ajaran Islam mengenai ilmu kesehatan berpacuan pada prinsip pencegahan lebih diutamakan daripada penyembuhan. Berkenaan dengan konteks ini telah dijumpakan dengan banyak petunjuk dari kitab suci Al-quran dan sunnah Nabi Muhammad Saw. yang pada dasarnya mengarah pada cara-cara pencegahan diantaranya

9.Dalam Bidang Politik
Terdapat perintah menaati ulil amri (QS. An-nisa:4: (156)) yang terjemahannya termasuk penguasa di bidang politik dan pemerintahan dan negara. Islam menghendaki suatu ketaatan kritis yaitu ketaatan yang berdasarkan terhadap tolak ukur kebenaran dari Tuhan. Jika pemimpin tersebut berpegang teguh pada tuntutan Allah dan rasul-Nya maka wajib ditaati. Begitupun sebaliknya.

10.Dalam Bidang Pekerjaan
Islam memandang bahwa kerja sebagai ibadah kepada Allah Swt. Atas dasar ini maka kerja yang dikehendaki Islam adalah kerja yang bermutu, terarah pada pengabdian terhadap Allah Swt, dan kerja yang bermanfaat bagi orang lain.

11.Islam Sebagai Disiplin Ilmu
Islam juga telah tampil sebagai sebuah disiplin ilmu yaitu ilmu keislaman.

Islam sebenarnya mempunyai aspek teologi, aspek ibadah, aspek moral, aspek mistisisme, aspek filsafat, aspek sejarah, aspek kebudayaan dan sebagainya.


[1] Edi Susanto, “PENDIDIKAN AGAMA ISLAM; ANTARA TEKSTUALIS NORMATIF DENGAN KONTEKSTUALIS HISTORIS” 4 (2009): 4.
[2] Hilda Ainissyifa, “Pendidikan Karakter dalam Perspektif Pendidikan Islam” 08, no. 01 (t.t.): 4.
Share This Article :
Candra fitriyanto

Pemuda dari desa yang ingin menjadi pebisnis, yang saat ini masi bekuliah di IAIN Metro Lampung Tandris Matematika (alamat: Mujirahayu kecamatan; seputih agung Kab: lam-teng)

5606159572399492275