MGBdMqV8LGF6NqN4LGJ4NqR6MCMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE103

Latar Belakang Perlunya Manusia Terhadap Agama



 Latar Belakang Perlunya Manusia Terhadap Agama

Setidaknya ada tiga dasar bukti yang menjadi penyebab pentingnya ilmu agama bagi manusia. Ketiga alasan tersebut, secara singkat dapat dinyatakan pada:
 
1. Latar Belakang Fitrah Manusia


Faktor yang melatarbelakangi perlunya agama bagi manusia adalah tentang kepuasan hati dan bagaimana hati menjadi teguh karena sesuatu yang nyata dan tidak nyata pastilah ada yang menciptakannya. Dan mereka (Rashulullah saw dan sahabatnya) diutus untuk mengingatkan manusia kepada perjanjian yang telah diikat oleh fitrah mereka, yang kelak mereka akan dituntut untuk memenuhinya. Perjanjian itu tidak ditulis di atas helaian kertas, tidak juga dikatakan oleh lidah melalui suara, melainkan terlukis menggunakan tinta ciptaan Allah di ruang dan kamar-kamar hati dalam fitrah manusia, dan di sela-sela hati nurani serta di kedalaman tanggapan batiniah. Bahwasannya fenomenologi menilai manusia adalah makhluk yang memiliki kesadaran. Buktinya, kita dapet merenungkan, dapat sadar tentang kesadaran diri kita sendiri ketika kita melakukan refleksi. Proses refleksi dapat di sebagai kegiatan dalam pikiran kita ketika pikiran kita memikirkan dirinya sendiri, memikirkan, menyadari, tentang pikiran itu.[1]

2.Kelemahan dan Kekurangan Manusia.

Faktor lainnya yang melatarbelakangi manusia membutuhkan agama adalah karena di samping manusia mempunyai banyak kesempurnaan juga memiliki banyak keganjilan. Hal ini antara lain dinyatakan oleh kata Al-Nafs. Menurut Qurash Shihab, bahwa dalam pandangan Alquran, nafs diciptakan Allah dalam keadaan sempurna yang berfungsi mencakup keseluruan serta mendorong manusia melaksanakan kebaikan dan keburukan, dan karena hal tersebut, sisi dalam diri manusia inilah yang oleh Alquran disarankan untuk memfokuskan perhatian lebih besar. Pengertian golongan Sufi mengenai nafs ini sama halnya dengan yang ada di dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia yang antara lain menegaskankan bahwa nafs adalah pendukung hati yang kuat untuk melakukan hal yang kurang baik.

3.Tantangan manusia
 
Faktor lain yang menimbulkan manusia membutuhkan agama ialah sebab manusia di dalam perjalanan hidupannya senantiasa berhadapan dengan berbagai tantangan, baik yang datang berasal dari dalam atau datang berasal dari luar. Sedangkan tantangan dari luar dapat berupa rekayasa dan cara-cara yang dilakukan manusia yang memang diniatkan untuk berusaha ingin memalingkan manusia dari Tuhan. Itulah sebabnya, agama sangatlah penting bagi kita membatasi hak dan kewajiban kita, baik kepada Yang Menciptakan kita, sesama manusia, ataupun terhadap alam semesta.


[1] Asmawi Asmawi, “Peluang dan Tantangan Formulasi Metode Studi Islam,” ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman 5, no. 1 (22 Januari 2014): 9, https://doi.org/10.15642/islamica.2010.5.1.77-87.
Share This Article :
Candra fitriyanto

saya adalah mahasiswa tadris matematika IAIN Metro Lampung

5606159572399492275

Subscribe