pejuang spd

informasi seputar materi pendidikan dan lain-lain

Pendekatan sosiologis

pengertian pendekatan sosiologis

Pendekatan sosiologis.Sosiologi berasal dari bahasa Latin yaitu Socius yang berarti kawan, teman sedangkan Logos berarti ilmu pengetahuan. Ungkapan ini dipublikasikan diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul "Cours De Philosophie Positive" karangan August Comte (1798-1857). Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hidup bersama dalam lingkungan masyarakat sebagaimana yang kita ketahui bahwa manusia adalah makhluk sosial yang pastinya saling membutuhkan satu sama lain.

Dalam memahami agama islam , salah satu pendekatan yang bisa digunakan salah satunya adalah pendekatan sosiologi. Hal disebabkan oleh banyaknya  ajaran agama islam yang berkaitan dengan masalah sosial. Tujuan pendekatan  sosialogis ini adalah upaya penerapan ajaran islam oleh manusia dalam kehidupannya.

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hidup bersama dalam masyarakat dan menyelidiki ikatan-ikatan antara manusia yang menguasai hidupnya itu. Sosiologi mencoba untuk mengerti sifat dan maksud hidup bersama, cara terbentuk dan tumbuh serta berubahnya perserikatan-perserikatan hidup itu serta pula kepercayaannya, keyakinan yang memberi sifat tersendiri kepada cara hidup bersama itu dalam tiap persekutuan hidup manusia.

Islam datang ke Indonesia sudah lebih dari lima abad yang lalu. Akan tetapi, pemahaman dan penerapan tentang ajaran-ajaran islam masih dipengaruhi oleh budaya lokal setempat yang sudah ada sebelum agama islam datang. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya yaitu faktor historis atau sejarah. Oleh sebab itu, nilai-nilai ajaran islam masih sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya setempat.

Islam mampu berkembang pesat dan masyarakat dengan mudah dan terbuka untuk menerima islam dengan berbagai pendekatan yang dilakukan, antara lain melalui jalur pernikahan, perdagangan, dan jalur dakwah. Melalui jalur dakwah, masyarakat mudah menerima islam karena pada pendakwah menggunakan simbol-simbol atau budaya lokal yang dialihkan fungsinya. Seperti tahlilan, yaitu budaya sekaligus ritual dilakukan masyarakat untuk menyembah roh para leluhur dimodifikasi dengan menambahkan do’a-do’a islami dan meninggalkan unsur kesyirikannya. Hal ini menjadi benar dalam islam, akan tetapi berdasarkan bentuk simbolis tidak berubah unsur-unsur di dalamnya.
Tanpa disadari hampir seluruh warga negara Indonesia mayoritas menganut agama islam. Karena islam memang berkembang dengan sangat pesat di Indonesia. Tidak hanya di Indonesia saja, islam juga mengalami perkembangan yang pesat di negara-negara lain khususnya Asia. Tersebarnya bangunan masjid-masjid di seluruh  penjuru Indonesia menjadi bukti pesatnya perkembangan agama ini.

Dalam pendekatan sosiologi agama islam dilihat sebagai objek, yaitu berupa ajarannya dalam garis teori-teori sosiologi. Contohnya, ayat-ayat yang membahas tentang fakir miskin dijelaskan dengan teori-teori kemiskinan yang terdapat dalam ilmu sosiologi. Jadi, antara islam dengan sosiologi tidak dapat dipisahkan satu sama lain karena keduanya saling berkaitan.

Sebagai tambahan dalam kaitannya agama Islam sebagai gejala sosial, pada dasarnya bertumpu pada konsep sosiologi agama. Awalnya sosiologi agama hanya mempelajari hubungan- hubungan timbal balik antara agama dan masyarakat. Namun dewasa ini, sosiologi agama mempelajari bagaimana agama mepengaruhi masyarakat, dan boleh jadi agama masyarakat mempengaruhi konsep agama. Dalam kajian sosiologi ini, agama dapat sebagai independent variabel, yaitu Islam mepengaruhi faktor atau unsur lain. agama juga dapat sebagai dependent variabel, berarti agama dipengaruhi faktor lain. Sebagai contoh, Islam sebagai dependent variable adalah, bagaimana budaya masyarakat Yogyakarta memengaruhi resepsi perkawinan Islam (muslim Yogyakarta). Sedangkan contoh Islam sebagai independent variable adalah, bagaimana Islam memengaruhi tingkah laku muslim Yogyakarta.

Pentingnya pendekatan sosiologis dalam memahami agama dapat difahami karena banyak sekali ajaran agama yang berkaitan dengan masalah sosial. Besarnya perhatian agama terhadap masalah sosial ini, selanjutnya mendorong kaum agama memahami ilmu sosial sebagai alat untuk memahami agamanya. Jalaluddin Rahmat telah menunjukkan betapa besarnya perhatian agama yang dalam hal ini adalah Islam terhadap masalah sosial, dengan mengajukan lima alasan, yaitu Al-Quran atau hadist sumber hukum Islam berkenaan dengan urusan mua’amalah, ditekankannya masalah mu’amalah atau sosial dalam masalah Islam adalah adanya kenyataan bahwa bila urusan ibadah bersamaan waktunya dengan urusan mu’amalah yang penting, maka ibadah boleh diperpendek atau ditangguhkan, tentu bukan ditinggalkan melainkan dengan tetap dikerjakan sebagaimana mestinya, bahwa ibadah yang mengandung segi kemasyarakatan diberi ganjaran lebih besar daripada ibadah yang bersifat perseorangan, terdapat ketentuan bila urusan ibadah tidak dilakukan dengan sempurna atau batal, maka kifaratnya (tebusannya) ialah melakukan sesuatu yang berhubungan dengan masalah sosial.

Baca juga:

6 komentar

avatar

Ulasannya bagus sekali min... tapi saran ane kontennya dikasih subheading sama heading biar bacanya enak πŸ˜ŠπŸ‘Œ

Salam kenal : www.amaterasublog.com

Balas delete
avatar

Dikasih spasi antar paragrafnya gan biar enak dibaca. Tapi kalau secara konten sih sangat menarik artikelnya.
Salam kenal: www.cecepkocep.blogspot.com

Balas delete
avatar

Oke siap gam ntar di perbaiki trimakasi saran nyaπŸ‘

Balas delete
avatar

Oke siap gan trimakasi atas masukannya thankπŸ‘

Balas delete
avatar

Ulasannya bagus gan πŸ‘, saya mau kasih saran sedikit, tulisannya sebaiknya di kasih heading, dan kasih spasi pada setiap paragraf biar lebih oke

Balas delete
avatar

Oke siap mas akan segera di pebaiki trimakasi saran nyaπŸ‘

Balas delete



Emoticon